Para Perdana Menteri Australia

Perdana Menteri adalah kepala pemerintahan Australia. Posisi Perdana Menteri diperoleh dengan terlebih dahulu menjadi Ketua Partai (atau pimpinan koalisi) yang mencapai mayoritas kursi di DPR. Perdana Menteri harus terpilih dahulu sebagai anggota DPR, meskipun pada satu kesempatan, saat Senator John Gorton menjadi Ketua Partai dan Perdana Menteri, ia membutuhkan beberapa bulan lagi untuk menjadi anggota DPR. Perdana Menteri secara resmi dilantik oleh Gubernur Jenderal, sebagai wakil kepala negara, dalam hal ini Ratu Elizabeth II di Inggris.
Posisi Perdana Menteri diciptakan pertama kali pada 1 Januari 1901, tatkala 6 wilayah koloni Inggris, yaitu New South Wales, Victoria, South Australia, Queensland, Tasmania, dan Western Australia, bergabung membentuk Persemakmuran Australia (Commenwealths of Australia).
Untuk pertama kali, Earl of Hopetoun, ditunjuk menjadi Gubernur Jenderal. Adapun tokoh pergerakan federalisme terkemuka, Edmund Barton (18 January 1849–7 January 1920) ditunjuk menjadi Perdana Menteri Australia yang pertama dan merangkap sebagai Menteri Luar Negeri. Barton, seorang hakim, juga dikenal sebagai perintis Mahkamah Agung Australia. Barton menjadi kepala pemerintahan hingga mengundurkan diri pada 1903 dan kemudian mengabdi sebagai hakim agung hingga akhir hayat.
Jabatan Perdana Menteri tidak pernah diatur dalam konstitusi, akan tetapi merupakan bagian dari hukum kebiasaan ketatanegaraan. Australia memiliki Perdana Menteri karena mempraktikkan sistem yang melembaga di Inggris, sebuah sistem parlementer, dan bukan sebuah sistem presidensial. Perdana Menteri bertanggung jawab untuk menunjuk Menteri Federal, menteri yang memimpin departemen pemerintahan, dan menteri-menteri-menteri senior lainnya. Perdana Menteri merupakan juru bicara pemerintahan, yang melakukan argumentasi kepada parlemen dan publik. Karena posisinya, ia juga merupakan wakil Australia di luar negeri.
Australia telah memiliki 28 perdana menteri. Kebanyakan hanya memegang jabatan selama satu periode. Sementara, Menzies dan Rudd berhasil terpilih dalam 2 masa jabatan. Bahkan, Deakin dan Fisher menjadi kepala pemerintahan untuk 3 masa jabatan tidak berturut-turut.
Perdana menteri, juga para menteri yang lain, adalah bagian dari dewan pemerintah (executive council). Pemerintah merumuskan pertimbangan-pertimbangan dan keputusan-keputusan, termasuk undang-undang, untuk disahkan kepada gubernur jenderal.
Sebanyak 3 orang Perdana Menteri meninggal dunia dalam jabatan (Joseph Aloysius Lyons, 7 April 1939; John Joseph Ambrose Curtin, 5 Juli 1945, dan Harold Edward Holt, 19 Desember 1967), 5 orang mengundurkan diri (Edmund Barton Barton, 1903; Andrew Fisher, 1909; William Morris Hughes, 1916; Robert Gordon Menzies, 1941; dan Earle Christmas Grafton Page, 1939), 11 orang kalah dalam pemilu (George Reid, 1908; Andrew Fisher, 1913; Joseph Cook, 1913; Stanley Melbourne Bruce, 1929; James Henry Scullin, 1932; Joseph Benedict Chifley, 1949; William McMahon, 1972; Andrew Fraser, 1915; Paul Keating, 1996; John Winston Howard, 2007; dan Kevin Rudd, 2013), dan sebanyak 3 orang digulingkan karena mekanisme internal partai (Robert James Lee Hawke, 1991; Kevin Rudd, 2010, dan Julian Gillard, 2013). Sementara itu, satu orang telah dipecat oleh Gubernur Jenderal (Gough Whitlam, 1975).
Diantara para perdana menteri tersebut, Chris Watson (menjabat 27 April 1904 – 18 Augustus 1904), tercatat yang paling muda usianya, yaitu 37 tahun saat dilantik. Sementara itu, John McEwen mencapai usia 68 tahun saat pertama kali mengangkat sumpah (menjabat 19 Desember 1967-10 Januari 1968). Perlu dicatat, bahwa Robert Menzies berusia 72 tahun saat meletakkan jabatan (26 Januari 1966). Sebanyak 7 perdana menteri lahir di luar negeri walaupun masih dalam wilayah Inggris Raya (Reid dan Fisher lahir di Skotlandia, Hughes, Cook dan Abbott lahir di Inggris, sementara Watson di Chile dan Gillard lahir di Wales.
Sebelas perdana menteri berasal dari Partai Buruh (Watson, Fisher, Scullin, Curtin, Forde, Chifley, Whitlam, Hawke, Keating, Rudd, dan Gillard), sementara 17 lainnya berasal dari kekuatan konservatif (Barton, Deakin, Reid, Cook, Hughes, Bruce, Lyons, Page, Menzies, Fadden, Holt, McEwen, Gorton, McMahon, Fraser, Howard, dan Abbott). William Morris Hughes dianggap mewakili kedua kelompok politik tersebut.