Wakil Presiden yang Mengundurkan Diri Penuh Hina

Di musim semi 1973 saat Presiden Richard Nixon terlibat dalam skandal Watergate, nampak ada kemungkinan bahwa Wakil Presiden Sprio T. Agnew akan mewarisi jabatan Presiden Amerika. Tetapi hanya beberapa bulan kemudian, profil Agnew berubah: dari calon pengganti presiden menjadi penjahat.

Pada awal Agustus 1973, Agnew mengungkapkan bahwa dirinya berada dalam penyidikan oleh panel juri federal untuk pelanggaran hukum pidana. Jaksa Agung Maryland George Beall menduga bahwa Agnew menerima pembayaran kembali dari kontraktor, arsitek, dan teknisi saat ia menjadi sebagai Kepala County Baltimore dan kemudian Gubernur Maryland.

Pembayaran itu dimaksudkan sebagai suap, konspirasi, pemerasan, dan manipulasi pajak. Agnew dituduh menerima US$ 1.000 seminggu dan kemudian menerima sejumlah US$ 50.000 sesudah menjadi Wakil Presiden (1969). Kejaksaan mengatakan bahwa Agnew terus menerus menerima pembayaran sesudah menjadi Wakil Presiden, yang dimaksudkan supaya ia membantu memberikan kontrak proyek-proyek federal. Untuk semua itu, Agnew dituduh menerima tidak kurang dari US$ 100.000 sebagai suap. Awalnya Agnew menyangkal semua tuduhan itu, dan menyebut pers “menyebarkan kebohongan terkutuk.” Dia mengatakan, “tuduhan-tuduhan itu berasal dari mereka yang menginginkan diri mereka terjerat kesulitan dan lalu mereka melepaskan diri dari kesuliatan itu dan tergoda dengan gagasan untuk memperoleh kekebalan atau imbalan.” Presiden Nixon dengan tegas menyatakan berdiri di belakang sang Wakil Presiden, meskipun seiring berjalannya waktu bukti-bukti untuk tudahan itu semakin terkuak.

Pada akhir September 1973, panel juri federal memulai memeriksa bukti-bukti. Pada 10 Oktober, Agnew mengajukan pemohonan untuk penghapusan pajak pendapatan dan bersedia mengundurkan diri dari posisi Wakil Presiden. Strategi ini merupakan bagian dari pengakuan bersalah dan para pengacaranya berharap dapat membebaskannya dari jerat penjara. Bukti-bukti yang telah diungkapkan begitu kuat, yang menurut Jaksa Agung James Thompson, “jika (kasus ini) berujung di pengadilan, kesalahan akan terbukti. Laki-laki itu memang penjahat.”

Sekalipun para jaksa berkeinginan untuk menjebloskan sang Wakil Presiden ke dalam penjara, tetapi Jaksa Agung selanjutnya, Elliot Richardson, bersedia untuk melepaskan Agnew sebagai kompensasi pengakuan bersalah sambil mengatakan bahwa tindakan Agnew merupakan kesalahan besar dan pengunduran diri dari jabatan pun sudah merupakan hukuman berat. Richardson juga setuju bahwa Agnew tidak seharusnya menerima pembayaran dan dalam kesempatan yang sama, para pengacara Agnew, setuju untuk mempublikasikan semua bukti-bukti yang ada dalam dakwaan yang sudah selesai disusun. Richardson mengatakan di persidangan bahwa terhindar dari penjara, “sebagai kompensasi terhadap pria itu, menghormati jabatan Wakil Presiden, dan mengapresiasi pengunduran dirinya yang telah menghindarkan negara dari kesulitan yang berkepanjangan dibandingkan apabila menyeretnya ke muka persidangan.”

Penyelsaian tersebut juga menghadapkan debat kepada 2 persoalan konstitusi. Pertama, Agnew membela diri bahwa sebagai Wakil Presiden dia tidak terlibat dalam perkara yang dituduhkan. Kedua, ada persoalan apakah dimungkinkan jabatan Wakil Presiden dipanggil paksa untuk hadir ke persidangan.

Hakim Walter Hoffman mengakui bahwa cara penyelesaian itu tidak akan pernah memuaskan semua pihak dan akan meninggalkan ganjalan terbuka terkait dengan posisi Agnew apakah bersalah atau tidak bersalah dengan tuduhan menerima suap itu. Hoffman menegaskan bahwa bagi kalangan pelaku usaha atau profesional dengan tuduhan yang sama akan memperoleh hukuman penjara. Hoffman akhirnya menjatuhkan pidana denda US$ 10.000 dengan masa percobaan 3 tahun bagi Agnew.

Agnew menyanggah bahwa dalam kelaziman praktik di Maryland, pembayaran kepada para politisi merupakan hal yang lumrah sebagai cara yang mudah untuk memperoleh dana. Tetapi merupakan ironi besar bahwa sosok yang dipilih sebagai pendamping Richard Nixon itu harus terhempas dari posisinya karena pelanggaran hukum melakukan kejahatan kerah putih.

Pada 12 Oktober, Nixon menunjuk Pemimpin Minoritas DPR Gerald Ford sebagai Wakil Presiden yang baru. Pada bulan Mei 1974, Agnew dipecat berdasarkan keputusan pengadilan banding Maryland.

Sosok Agnew dikenal tidak pernah bersahabat dengan media.  Agnew seringkali mengucapkan kata-kata tidak pantas dan sumpah serapah kepada kalangan pers.  Misalnya, dia  pernah menghina laporan Watergate oleh media  sebagai “lompatan pendek dari McChartyism.” Sebelum dinyatakan bersalah dia menggambarkan tuduhan kepadanya sebagai “keasyikan yang mengerikan.”  Komentator berita NBC David Brinkley melukiskan sosok Wakil Presiden itu sebagai “figur yang tragis dan menyedihkan.”

Pada tahun 1982, saat tinggal di Rancho Mirage, California, Agnew membayar kembali uang sebesar US$ 248.735 kepada pemerintah negara bagian Maryland sebagai restitusi atas suap yang pernah diterimanya di masa lalu. Dia pernah meminta agar pembayaran pajak itu dikompensasikan sebagai pengeluaran tetapi ditolak oleh pemerintah California. Pada tahun 1996, pada usia 77 tahun, Agnew meninggal dunia di Maryland. Sebagai Wakil Presiden, Agnew dikenang sebagai sosok yang mengundurkan diri dalam situasi hina.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s