Trudeau dan 15 Perempuan Menteri Di Sekelilingnya

Justin Trudeau APEC 2015.jpg

Usai meraih kemenangan dalam pemilu federal 19 Oktober 2015, Justin Trudeau (41 tahun) resmi dilantik menjadi Perdana Menteri Kanada yang ke-23 pada 4 November 2015 yang lalu oleh Gubernur Jenderal David Johnston. Kanada adalah negara merdeka di kawasan Amerika Utara yang hingga kini mengakui kekuasaan Ratu Elizabeth II sebagai kepala negara, yang dalam praktik dikuasakan kepada Gubernur Jenderal. Negara ini menjalankan demokrasi parlementer.

Trudeau, yang merupakan anggota DPR Kanada mewakili daerah Montreal, telah memegang tampuk kepemimpinan partai sejak 2008 yang lalu.Trudeau cakap dalam memimpin partai, sehingga dalam pemilu federal itu, Partai Liberal berhasil meraih kursi 184 (dari 338 alokasi kursi), melonjak dari perolehan sebelumnya yang hanya 36 kursi, sebuah perolehan terbesar dalam sejarah pemilu Kanada.Dengan kemenangan itu, Trudeau berhak membentuk pemerintahan, yang berarti mengakhiri kekuasaan Partai Konservatif yang berkuasa sejak 2006. Trudeau adalah perdana menteri Kanada paling muda kedua sepanjang sejarah, sesudah Joe Clark.

Clark adalah Perdana Menteri ke-16, yang ketika dilantik menjadi kepala pemerintahan baru berumur 40 tahun. Ia mengemban posisi tersebut sejak 4 Juni 1979 hingga 3 Maret 1980. Clark memegang kepala eksekutif sesudah mengalahkan pemimpin Partai Liberal, Perdana Menteri Piere Trudeau (perdana menteri paling lama dalam sejarah, menjabat sejak 20 April 1968-4 Juni 1979 dan kemudian dilanjutkan pada 3 Maret 1980-30 Juni 1984), yang tak lain adalah ayah dari Justin Trudeau. Namun Clark mengendalikan pemerintahan minoritas yang kemudian harus mengundurkan diri  karena mosi tidak percaya dari DPR.

Diantara tindakan populer Trudeau adalah ketika dirinya mengaku sebagai seorang feminis, mendukung kesetaraan gender, dan menjadikan perlindungan hak-hak perempuan sebagai ciri khas pemerintahannya.

Pada 3 Desember lalu, Trudeau resmi melantik 30 menteri anggota kabinet. Untuk pertama kali dalam sejarah Kanada, kabinet terdiri atas 15 perempuan menteri dan 15 laki-laki menteri. Trudeau nampaknya memenuhi janjinya untuk melaksanakan kesetaraan gender. Karena praktik pemerintahan mensyaratakan bahwa perdana menteri dan kabinet harus anggota parlemen, maka seluruh anggota kabinet tersebut telah memiliki pengalaman sebagai politisi, di samping dikenal secara profesional dalam bidangnya masing-masing.

Komposisi kabinet itu sendiri memperoleh reaksi positif dari publik. Misalnya, ada komentar bahwa andaikata Trudeau hendak meraih bintang di langit, maka itu perkara mudah karena ia memiliki menteri dengan kapasitas itu. Seloroh itu muncul karena Trudeau menunjuk Marc Garneau (66 tahun), seorang astronot dan bekas Kepala Badan Antariksa Nasional sebagai Menteri Perhubungan.  Garneau berpengalaman 675 jam misi ulang alik pada 1984, 1996, dan 2000. Garneau sendiri terpilih sebagai anggota DPR sejak 2008.

Trudeau menaruh perhatian besar terhadap isu kewarganegaraan, pengungsi, dan hak-hak pribumi. Tidak heran ia menunjuk kalangan imigran untuk menduduki pos-pos penting dalam kabinet. Harjit Sajjan, penganut Sikh, ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan. Pria ini telah memiliki pengalaman panjang dalam penugasan di Bosnia dan Afganistan. Selama puluhan tahun sebelumnya, ia adalah penyidik pada Kepolisian Vencouver. Ia telah memiliki sejumlah penghargaan, termasuk terakhir pada Juni 2014 ketika ia menerima Order of Military Merit dari Gubernur Jenderal Johnston. Sajjan adalah warganegara Kanada keturunan India yang bermukim di negara itu sejak usia 5 tahun.

Kalangan imigran India lain yang duduk sebagai anggota kabinet adalah Amarjeet Sohi.Ia dipercaya sebagai Menteri Pekerjaan Umum. Sohi telah bermukim di Kanada sejak 1981. Dengan urusan pemerintahan di bidang infrastruktur, Sohi akan disibukkan dengan penyediaan permukiman yang layak bagi para pengungsi Suriah yang membanjiri Kanada beberapa waktu yang lalu. Sohi juga akan disibukkan dengan agenda pembangunan infstruktur transportasi. Ia dikenal sebagai politisi tangguh Liberal yang mendorong penggunaan anggaran publik untuk infrastruktur. Sohi jarang membuka identitasnya sebagai bekas tahanan politik India pada dekade 1980-an.

Sosok unik lain adalah Maryam Monsef, yang 20 tahun lalu datang ke Kanada sebagai imigran dan sesudah menjadi anggota DPR, ia kini ditunjuk sebagai Menteri Lembaga-lembaga Demokrasi. Maryam, yang muslimah ini, menjadi salah satu diantara 15 menteri kabinet Trudeau.

Carla Qualtrough,  perempuan atlit yang sejak lahir menderita gangguan penglihatan, dipercaya menjadi Menteri Olahraga dan Penyandang Disabilitas. Carla juga dkenal sebagai atlit penyandan cacat yang jago berenang dan terpilih sebagai anggota DPR mewakili Delta. Menekuni karir sebagai pengacara, Carla berurusan dengan pemberdayaan hak-hak penyandang disabilitas. Perempuan 44 tahun ini adalah ibu bagi 4 orang anak.

Jody Wilson-Rayboul, keturunan Aborigin dan seorang jaksa karier, ditunjuk menjadi Jaksa Agung. Perempuan yang dikenal memiliki bakat diplomasi ini juga memiliki reputasi sebagai sosok yang pandai membangun konsensus.

Marie-Claude Bibeau ditunjuk menjadi Menteri Kerjsama Internasional dan Urusan Prancis. Sebelum menjadi anggota DPR, perempuan keturunan Prancis ini dikenal sebagai birokrat lokal dan memiliki pengalaman mengelola museum. Bibeau kemudian mengabdikan diri pada badan pemberi bantuan internasional Kanada, Canada International Development Agency.