Perkins, Perempuan Menteri Pertama di AS

Walaupun AS disebut kampium demokrasi dan gemar menyebarkan nilai-nilai itu ke seluruh dunia, namun dalam kesetaraan sebagai pejabat politik, negara ini membutuhkan waktu yang lama. Politik lazim menjadi domain laki-laki, namun lama-lama perempuan diberi peran, terutama sejak pertengahan abad ke-20.

Lihat saja komposisi kabinet. Menurut konstitusi, Presiden adalah kepala pemerintahan. Presiden dibantu oleh Wakil Presiden dan 15 orang menteri (secretary) yang memimpin departemen. Namu, dalam perkembangan selanjutnya, pejabat di lingkungan eksekutif bertambah. Ada yang berstatus setara menteri atau lembaga langsung di bawah Presiden.

Menarik membaca sejarah kabinet. Komposisi kabinet meliputi pejabat tertinggi di lingkungan pemeritnahan federal. Organisasi kabinet dikenal sejak George Washington dilantik menjadi Presiden untuk pertama kali selama 2 periode (1789-1797). Saat itu ia hanya didamping oleh John Adams sebagai Wakil Presiden dan 4 orang pejabat federal yaitu Menteri Luar Negeri Thomas Jefferson, Menteri Keuangan Alexander Hamilton, Menteri Peperangan Henry Kox, dan Jaksa Agung (yang memempin Departemen Kehakiman) Edmun Randolph.

Walaupun eksekutif, akan tetapi Wakil Presiden tidak memerlukan persetujuan Senat karena ia dipilih dalam satu pasangan dengan Presiden. Setiap anggota kabinet diajukan oleh Presiden dan harus melakukan dengar pendapat di Senat. Kemudian, Senat memberikan persetujuan atau penolakan, melalui pemungutan suara dengan sistem mayorita sederhana. Kecuali Jaksa Agung dan Kepala Pelayanan Pos (yang semula merupakan anggota kabinet), semua memperoleh titel penyebutan “Secretary“, yang dipersamakan dengan istilah “Menteri.”

Satu-satunya pejabat di lingkungan eksekutif yang menjadi wewenang penuh Presiden adalah White House’s Chief of Staff, Kepala Staf Gedung Putih (dilembagakan resmi pertama kali pada kepresidenan Truman, 1945-1952). Ia merupakan pejabat federal penting yang menjadi “mata” dan “telinga” Presiden, mengatur jadwal kegiatan Presiden, dan menunjuk pegawai-pegawai sebagai staf khsusu kepresidenan yang berpengaruh terhadap pemerintahan.

Kepala Pelayanan Pos pertama kali dijabat oleh Benjamin Franklin  dan dilantik pada 1775, hanya untuk masa bakti selama 15 bulan. Yang berarti lebih dahulu dibandingkan Deklarasi Kemerdekaan (4 Juli 1776). Sejak tahun 1821, namanya diubah menjadi Departemen Pos dan menjadi bagian dari kabinet hingga tahun 1971. Departemen Pos kemudian diubah menjadi lembaga pemerintah nonkementerian yang bersifat independen dan tidak tergantung kepada posisi politik Presiden.

Kabinet merupakan pembantu Presiden. Berbagai isu nasional dan internasional berikut pertimbangan-pertimbangan diberikan saar pertemuan kabinet yang dipimpin oleh Presiden. Selama 175 tahun prosedur ini dilembagakan. Begitu pentingnya pertemuan kabinet ini, sehingga untuk pertama kali dipimpin oleh Wakil Presiden, ketika Presiden Woodrow Wilson (1913-1921) sedang di luar negeri merumuskan perjanjian Versailles (1914). Namun semenjak kepresidenan Lyndon Johnson (menjabat 1963-1969) dan Richard Nixon (1969-1974), pertemuan Presiden dengan kabinet sangat jarang dilakukan. Begitu pula di saat akhir masa jabatan, pertemuan itu tidak dilakukan sehingga banyak pejabat eksekutif federal yang kemudian melaksanakan tugas pokok dan fungsi mereka.

Posisi perempuan dalam politik yang setara, yang kemudian memungkinkan mereka mengisi jabatan kabinet, didorong oleh perubahan UUD (Perubahan ke-19) pada tahun 1920, yang melarang setiap warganegara untuk memberikan suara atas dasar perbedaan jenis kelamin.

Frances Perkins mendampingi Presiden Roosevelt ketika mengesahkan UU Hubungan Industrial, 6 Juni 1933

Menteri Tenaga Kerja Frances Perkin, menjadi sampul majalah Time pada 13 Agustus 1933

 

Menteri Tenaga Kerja Frances Perkins usai menghadiri pelantikan Wakil Presiden Henry Truman sebagai Presiden menyusul kematian Roosevelt, 12 April 1945

Frances Perkin adalah perempuan pertama yang masuk kabinet ketika ditunjuk sebagai Menteri Tenaga Kerja oleh Presiden F.D. Roosevelt (menjabat 1933-1945) untuk masa bakti 1933-1945. Ia adalah menteri paling lama yang bertahan dalam posisinya. Roosevelt selalu mendukung tindakan-tindakan Perkins. Selama menjadi menteri, ia ditunjuk menjadi Kepala Komite Ketahanan Ekonomi yang bertanggung jawab mengani program-program New Deal, sebuah visi untuk menanggulangi krisis ekonomi ketika itu. Ia berhasil merumuskan kebijakan upah minimum dan meloloskan UU Jaminan Sosial (1935).

Pada tahun 1945, ia diminta Presiden Truman memimpin Komsi Aparatur Sipil Negara. Tahun 1952, menyusul kematian suaminya, ia mengundurkan diri dan sejak itu tidak lagi melanjutkan karir di lingkungan pemerintahan federal. Ia kemudian menjadi dosen ketenagakerjaan di Universitas Cornell, hingga wafat pada 1965, dalam usia 85 tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s