Kohl: Ketegaran Menyatukan Jerman

Helmut Kohl, Agustus 2015

Mantan Kanselir Jerman Helmut Kohl dilaporkan berada dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif sebuah rumah sakit Jerman. Kohl, yang sekarang berusia 85 tahun , menjadi Kanselir (kepala pemerintahan) Jerman pada tahun 1982-1998 dan dikenal sebagai arsitek reunifikasi Jerman. Kohl dirawat di rumah sakit Universitas Heidelberg dmenyusul operasi pada ususnya, demikian dilansir oleh Spiegel Online. Tidak ada pernyataan resmi yang dikeluarkan termasuk dari pejabat Partai Uni Kristen Demokrat atau CDU (Kohl menjadi Ketua Partai, 1973-1998). Sementara pihak rumah sakit menyatakan barangkali akan ada pernyataan dari keluarga Kohl.

Kohl menjadi kepala pemerintahan dengan masa  jabatan paling lama, 16 tahun, menyaingi rekor yang dipegang oleh Otto van Bismarck sebagai Kanselir Jerman yang pertama (21 March 1871 – 20 March 1890). Hingga hari ini ia adalah politisi terpilih secara demokratis yang memiliki masa tugas panjang.

Kanselir Jerman Barat pertama adalah Konrad Adenauer (1949-1963), ditandai kestabilan dan keteraturan politik. Lalu periode Ludwig Erhard (1963-1966) yang kemudian diganti Kurt Georg Kiesinger (1966-1969). Selama 1949-1966, pemerintah federal dibentuk oleh kaukus Partai CDU (Christian Demokratische Union) dan CSU (Christian Sozial Union) berkoalisi atau tidak berkoalisi dengan FDP (Frei Demokratische Partei).

Pada pemilu 1969-diadakan empat tahun sekali untuk memilih parlemen (Bundestag) dan kanselir-untuk pertama kalinya SPD (Sozial Demokratische Partei) pimpinan Willy Brandt meraih suara banyak dan membentuk pemerintahan koalisi dengan FDP. Kanselir Willy Brandt mencatat langkah politik spektakuler dengan menandatangani perjanjian non-agresi dengan Uni Soviet, Polandia, Cekoslovakia, Bulgaria, dan Hongaria. Pada masa Brandt pula, benih-benih penyatuan kembali kedua Jerman mulai disemaikan dengan konsep two German states in one German nation. Kanselir Brandt digantikan oleh menteri keuangannya Helmut Schmidt yang bercokol hingga tahun 1982.

Kohl menyaksikan berakhirnya Perang Dingin dan menjadi pencetus Jerman Bersatu. Bersama-sama dengan Presiden Francois Mitterand (1981-1995), ia menjadi inisator Perjanjian Mastricht, yang menjadi dasar pembentukan Uni Eropa. Kohl diberi julukan sebagai negarawan terbesar dalam paruh kedua abad ke-20 oleh Presiden George H.W. Bush (menjabat 1988-1992) dan Presiden William Clinton (menjabat 1993-2001).

Sejak remaja dikenal sebagai aktivis mahasiswa dan memperoleh gelar doktor dalam ilmu politik pada tahun 1958. Kohl, yang lahir pada 3 April 1930, menjadi pemimpin serikat pekerja industri kimia (1960) dan di waktu yang sama menikah dengan Hannolore Ranner. Keduanya berjanji menikah tahun 1953 sembari menunggu stabilitas keuangan. Mereka dikarunia dua anak laki-laki, Sohnen Walker dan Peter.

Pada tahun 1959 Kohl telah terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan CDU Wilayah Ludwigshafen. Pada 19 April 1959, Kohl berhasil menjadi wakil rakyat paling muda di tingkat negara bagian. Pada tahun 1963 ia menjadi petinggi partai dan kemudian mengambilalih kepemimpinan partai sejak 1969.

Pada 19 Mei 1969, Kohl terpilih sebagai kepala eksekutif negara bagian dan hingga sekarang, ia dikenang sebagai politisi paling muda dalam jabatan itu. Tak lama kemudian Kohl juga dipercata sebagai pemuka CDU di tingkat federal. Dalam jabatan tersebut, Kohl peduli dengan masalah pendidikan dan melakukan pembaruan diantaranya membubarkan sekolah beralifiasi dengan agama, yang segera memperoleh kecaman dari rekan separtai aliran keras.

Pada pemilu 1976, Kohl berhasil menjadi anggota DPR (Bundestag) dan menjadi mitra koalisi dalam pemerintahan yang dipimpin oleh Kanselir Helmut Schimidt. Namun, usai pemilu 1980, Kohl memilih menjadi oposisi terhadap kepemimpinan Schimidt periode ketiga.

Helmut Kohl bersama-sama keluarga di Leipzig, 1975

Kohl bersama keluarga, 1980

Pada 1 Oktober 1982, CDU berkoalisi untuk mengumandangkan mosi tidak percaya kepada pemerintah. Mosi ini berhasil dan berhasil mendorong Kohl sebagai Kanselir. Pada pemilu 1983, CDU bersama mitra koalisinya menguasai 48,8% kursi parlemen. Kemenangan Kohl digugat oleh oposisi DPR ke Mahkamah Konstitusi. Namun pengadilan menolak permohonan sembari memberikan pembatasan untuk langkah serupa di masa depan.

Hanya beberapa minggu setelah menjabat sebagai Kanselir Jerman tahun 1982, Helmut Kohl bertemu dengan Perdana Menteri Inggris saat itu, Margaret Thatcher. Dalam pembicaraan mereka, Kohl menyampaikan kepada Thatcher, dalam waktu empat tahun “jumlah warga Turki harus dikurangi sampai 50 persen, tapi ia tidak bisa mengatakan hal itu kepada publik”. Isi pembicaraan antara Thatcher dan Kohl itu tercatat dalam dokumen rahasia yang disimpan dalam arsip nasional di Inggris, demikian diberitakan oleh Spiegel Online.

Helmut Kohl mengadakan jumpa pers di London, Inggris usai bertemu dengan Perdana Menteri Thahtcer pada 22 April 1983

Pembicaraan dengan Margaret Thatcher dihadiri oleh penasehat Helmut Kohl, Horst Teltschick dan Sekretaris Pribadi Thatcher, A.J. Coles. Coles yang membuat catatan hasil pembicaraan. Pertemuan Kohl dan Thatcher dilaksanakan 28 Oktober 1982. Ketika itu, Kohl baru menjabat empat minggu sebagai Kanselir Jerman.

Kohl berhasil membentuk pemerintahan akan tetapi dengan langkah yang kontroversial termasuk mendukung penempatan peluru kendali NATO, hal yang kemudian memicu aksi protes damai. Pada tanggal 24 Januari 1984, Kohl menjadi generasi pasca perang pertama yang berpidato di Parlemen Israel.

Presiden Prancis Francois Mitteand bergandeng tangan dengan Kanselir Helmut Kohl dalam kunjungan di Prancis

Pertemuan Kohl (kiri) dengan Mitterand di Prancis,17 Desember 1985

Pada 22 September 1984, Kohl berkunjung ke Prancis dan mengadakan pertemuan dengan Presiden Mitterand yang kemudian menjadi pintu gerbang rekonsiliasi kedua negara pasca perang. Kunjungan yang sangat simbolis itu sembari menghadiri satu peringatan tentara yang gugur di Verdun. Pertempuran di Verdun (Februari-Desember 1916) menewaskan lebih dari 700.000 tentara dan terjadi antara pasukan Jerman dan Prancis. Keduanya segera menjadi sekutu penting dalam integrasi Eropa.

Tahun 1985, Kohl menerima kunjungan Presiden AS Ronald Reagan dan meletakkan dasar-dasar hubungan konstruktif antarbenua. Hal itu sebagai kelanjutan tawaran rekonsiliasi yang diajukan Kohl saat mengadakan kunjungan ke Gedung Putih di bulan November 1984.

Helmut Kohl bersama-sama Presiden Reagen di Gedung Putih, November 1984

Kohl berhasil mempertahankan kekuasaan sesudah pemilu 1987. Kemudian, ia menerima kunjungan pemimpin Jerman Timur Erich Hooneker, yang untuk pertama kalinya mengunjungi Jerman Barat.  Tindakan Kohl ini menjadi kontroversial karena rekonsiliasi Jerman Timur dan Barat ditentang oleh CDU sejak dekade 1970-an, walaupun telah dirintis oleh pemerintahan sebelumnya.

Erich Hooneker (kiri) ketika melakukan kunjungan ke Jerman Barat, 1987

Penyatuan Jerman

Pada musim panas 1989 terjadi gelombang perubahan amat pesat di Jerman Timur. Ketidakpuasan rakyat terhadap sistem pemerintahan komunis, menstimulus eksodus besar-besaran warga Jerman Timur ke Jerman Barat via Hongaria setelah Pemerintah Hongaria tak lagi menggunakan kekerasan untuk mencegahnya.

Juga terjadi demonstrasi massal di Kota Leipzig. Pada 7 Oktober 1989, Mikhael Gorbachev, sang pembaharu dan Presiden Soviet dengan perestroika-nya, bertandang ke Berlin Timur, merayakan ulang tahun ke-40 pembentukan negara Jerman Timur. Gorbachev mendorong agar dilakukan reformasi pemerintahan Jerman Timur, dan berujung pada pergantian Erich Honecker oleh Egon Krenz. Demonstrasi massal 4 November 1989 di Berlin Timur diperkirakan diikuti satu juta warga Jerman Timur. Tanggal 9 November 1989, tembok Berlin diruntuhkan demonstran, memungkinkan warga Berlin Timur bepergian bebas ke Berlin Barat.

Tembok Berlin

Seiring dengan runtuhnya Tembok Berlin dan jatuhnya rezim komunis di Jerman Timur pada 1989, Kohl segera menjadikan hal itu sebagai isu utama pemerintahan. Tak terlupakan kata-kata yang dilontarkannya 19 Desember 1989 lalu di Dresden, ketika ia disambut oleh massa. “Di tempat bersejarah ini biarkan saya untuk mengatakan, target saya tetap, jika saat yang bersejarah ini mengizinkan, target saya adalah bersatunya kembali negara ini.“

Bersatunya kembali Jerman merupakan sasaran lama yang terpenting dalam politiknya. Namun tahun-tahun sebelumnya, pengakuannya terdengar sangat kaku. Misalnya dalam pidato kenegaraannya di tahun 1987. „Selain itu, bagi kita politik Jerman adalah menyatukan kembali orang-orang yang memang seharusnya bersatu. Karena itu, kita harus menegakkan terus kesadaran demi kesatuan negara kita.“

Dua tahun setelah tembok Berlin runtuh, kesadaran untuk menyatukan Jerman hampir hilang di benak sebagian besar masyarakat Jerman. Khususnya warga Jerman Timur waktu itu belum menuntut penyatuan kembali Jerman Timur dengan Barat.

Ketika didampingi mantan walikota Berlin Walter Momper dan Willy Brandt, tanggal 10 November 1989 Helmut Kohl menyanyikan lagu kebangsaan Jerman di depan gedung walikota dan ia disuiti oleh massa yang geram.

Kohl tetap teguh pada pendiriannya untuk menyatukan kembali Jerman. Untuk itu, ia harus meyakinkan mitra-mitranya di Eropa dan terutama Amerika Serikat, yang memantau perkembangan di Jerman dengan perasaan yang bercampur. Lebih sulit lagi, namun mutlak, adalah mendapatkan persetujuan dari Uni Soviet.

Pada Februari 1990 Kohl bertemu dengan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev. Setelah berunding selama dua jam, ia menuturkan dengan bangga dan puas. “Malam ini saya ada satu pesan yang ingin saya sampaikan. Sekretaris Jenderal Gorbachev dan saya sepakat, adalah haknya rakyat Jerman memutuskan untuk menentukan, apakah ingin hidup bersama dengan saudara-saudaranya di sebuah negara.“

Pertemuan dengan Gorbachev pada Februari 1990

Kohl (kiri) dengan pemimpin Uni Soviet Gorbachev dalam pertemuan Juni 1990

Karena keberatan Uni Soviet bahwa Jerman Timur ditarik menjadi anggota NATO, maka sebuah perjanjian dibuat bahwa Jerman yang bersatu boleh tetap menjadi anggota NATO, namun tentara NATO tidak boleh ditaruh di Jerman Timur. Selain itu Kanselir jerman Helmut Kohl meyakinkan para pemimpin Perancis dan Britania Raya bahwa mereka tidak perlu khawatir bahwa sebuah Jerman yang bersatu akan mengancam mereka dengan berjanji bahwa sebuah Negara Jerman bersatu akan lebih berusaha berintegrasi dengan Uni Eropa (Nashel, 1999). Akhirnya, ditengah-tengah situasi Jerman Timur yang memburuk, Helmut Kohl menandatangani perjanjian penyatuan ekonomi dan sosial dengan Jerman Timur.

Pada 7 Desember 1989, Kanselir Helmut Kohl dan Pemerintah Jerman Timur sepakat melakukan pemilu bebas pada Mei 1990. Namun, pelaksanaan dimajukan menjadi 18 Maret 1990, memilih Lothar de Maiziere (CDU) sebagai kepala pemerintahan. Melalui sidang parlemen 5 April 1990, Jerman Timur bermetamorfose dari komunis menjadi demokratis.

Pada 18 Mei 1990, berhasil disepakati kerjasama ekonomi Jerman Timur dan Jerman Barat. Perjanjian itu menjadi dasar penyatuan Jerman walaupun menghadapi masalah konstitusional sehubungan dengan Pasal 23 UUD yang mensyaratkan dukungan mayoritas sederhana dalam penggabungan sebuah wilayah baru.

Secara hukum, Kohl menghadapi pilihan lain seperti mematuhi ketentuan Pasal 142 UUD yang mensyaratkan disahkannya sebuah konstitusi baru untuk penyatuan kedua wilayah. Namun proses ini bertele-tele dan membutuhkan waktu yang lama, padahal kondisi Jerman Timur berada dalam jurang kebangkrutan. Pilihan nampaknya merujuk kepada Pasal 23 UUD, yang mana proses persetujuan akan membutuhkan waktu tak lebih 6 bulan.

Walaupun ditentang Ketua DPR saat itu, Karl Otto Pohl, Kohl mematok perbandingan nilai tukar mata uang kedua wilayah dalam rentang 1:1, untuk urusan tingkat suku bunga, sewa, dan upah. Kebijakan ini lalu membebani perusahaan-perusahaan di negara baru tersebut. Bersama-sama Menteri Luar Negeri Hans-Dietrich Genscher, Kohl kemudian berhasil meyakinkan mitra sekutu dalam Perang Dunia II mengenai kebijakan penyatuan Jerman.

Di tingkat internasional terobosan itu berhasil. Beberapa pekan setelahnya, di Jerman Timur digelar pemilihan parlemen bebas pertama. Pemilu dimenangkan oleh partai aliansi konservatif. Agustus 1990 parlemen Jerman Timur menandatangi pemberlakuan Undang-Undang Dasar Jerman untuk kawasan Jerman Timur.

Persetujuan unifikasi kedua negara disahkan pada 31 Agustus 1990 dan memperoleh persetujuan parlemen masing-masing negara pada 20 September 1990.  Pada 3 Oktober 1990, Jerman Timur dinyatakan bubar dan wilayahnya kemudian dibagi ke dalam 5 teritorial yang lantas menjadi negara bagian di lingkungan Republik Federal Jerman. Kelima teritorial itu pada awalnya adalah wilayah Jerman Timur yang disusun pada tahun 1952. Dengan penggabungan itu, maka wilayah federal menjadi semakin luas.

Penyatuan Jerman mempertinggi popularitas Kohl dan kemudian dalam pemilu 1990, Kohl berhasil mempertahankan suara mayoritas dan membentuk pemerintahan untuk periode yang keempat. Keberhasilan yang sama diraih Kohl dalam pemilu 1994 walaupun harus berbagi suara dengan partai sosialis SDP, yang kemudian menguasai DPR. Dalam politik luar negeri, Kohl memperoleh keberhasilan, seperti berhasil memperjuangkan Frankrut sebagai markas Bank Sentral Eropa. Pada 1997, Kohl memperoleh penghargaan atas dedikasinya dalam memperjuangkan penyatuan Jerman.

Ketidakpastian ekonomi dan pengangguran menjadi batu sandungan Kohl untuk meriah kemenangan dalam pemilu 1998. Kohl akhirnya harus menyerahkan kekuasaan kepada pemimpin SPD, Gerhard Schroder. Koalisi SDP dan partai hijau kemudian membentuk pemerintahan pada 27 Oktober 1998. Kohl meletakkan jabatan sebagai Ketua Partai CDU akan tetapi tetap melanjutkan tugas sebagai anggota Parlemen  hingga pensiun pada 2002.

Berkat upaya dan keteguhannya mantan Kanselir Jerman Helmut Kohl berhasil menyatukan kembali Jerman Barat dengan Jerman Timur.

Pengadilan Federal di Leipzig, Jerman, memutuskan tetap menyimpan sejumlah data yang didapat dari Agen Rahasia Jerman Timur (Stasi), Rabu (23/6/2004). Data menyimpan hasil kerja Stasi saat mengintai mantan Kanselir Jerman Helmut Kohl saat berkuasa.

Pengadilan Leipzig memutuskan, data baru bisa dibeberkan di media massa setelah ada izin dari pihak yang terkait, kecuali bila informasi harus diketahui untuk umum. Data yang mengandung informasi pribadi juga dapat dirilis demi kepentingan riset dan penelitian. Tapi dengan syarat: informasi tak boleh dipublikasikan. Saat itu sejumlah wartawan dan sejarawan di Jerman memang sedang giat meminta informasi seputar Kohl. Mereka berharap bisa mendapatkan informasi skandal pendanaan partai yang melibatkan Kohl dan Partai CDU . Selain Kohl, Stasi juga banyak memata-matai pejabat tinggi Jerman Barat. Pada kesempatan terpisah, Kohl menganggap hasil penyadapan diambil secara ilegal. Karena itu dia merasa berhak mendapat jaminan keamanan atas kehormatannya. Kohl membawa kasus ini ke Pengadilan Administratif di Leipzig, setelah tahun 2003 pengadilan di Berlin memutuskan data seputar dirinya boleh dirilis.

Kehidupan Pribadi

Istri  Kohl, pernah diperkosa oleh tentara Rusia pada usia 12 tahun. Demikian dilansir Daily Mail yang dikutip dari sebuah buku biografi yang ditulis Herbert Schwan. Dalam buku itu, istri Kohl, Hannelore diserang tentara merah Rusia setelah Jerman dikalahkan pada Mei 1945. Ia mengatakan kepada Schwan bahwa dirinya seperti sekantong kentang yang dibuang dari lantai satu setelah peristiwa itu.

Ia tidak pernah sembuh dari kesedihan setelah diperkosa dan mengalami trauma seumur hidup setelah kekerasan seksual itu. Hannelore selalu merasa dihantui oleh bau laki-laki, bawang putih, alkohol, bahkan suara berbahasa Rusia.

Helmut Kohl dan Hannelore Kohl

Schwan dekat dengan Hannelore dan menjadi teman dekatnya hingga kematiannya di usia 68 tahun pada tahun 2001 karena bunuh diri. Hannelore memilih bunuh diri dengan menenggak pil setelah mengalami alergi terhadap cahaya dan membuatnya kehilangan rambut. Ia bahkan tak bisa menonton televisi tanpa merasakan sakit. Kohl menikahi pasangannya, Maike Richter, ekonom dengan usia hampir 35 tahun lebih muda daripadanya pada 2009.