Khrushchev, Menghadapi Intrik dan Konsolidasi Kekuasaan

Nikita Khrushchev menjadi pemimpin Soviet setelah kematian Stalin (1953). Khrushchev membatalkan langkah-langkah penindasan semasa pemerintahan Stalin, mengembalikan hubungan dengan Yugoslavia dan pengalihan sumber daya untuk kebutuhan konsumen.

Dalam pidato rahasia untuk kepemimpinan Soviet (1956) ia mengutuk pemerintahan kejam yang dilakukan oleh Stalin. Jerman Barat diperbolehkan untuk mempersenjatai kembali, memprovokasi pembentukan Pakta Warsawa (1955). Khruschev masih ingin Eropa Timur tetap dalam orbit Soviet ia mengirim pasukan untuk menumpas pemberontakan di Jerman Timur, Polandia dan, yang paling penting, Hongaria

Khrushchev adalah seorang politikus Rusia yang mengendalikan Uni Soviet selama Perang Dingin. Ia menjadi Sekretaris Jenderal (yang secara otomatis menjadi kepala negara dan kepala pemerintahan) Partai Komunis Uni Soviet pada 1953-1954. Kemudian menjadi Perdana Menteri pada tahun 1958-1964.

Kebijakan domestik yang bertujuan untuk memperbaiki kehidupan rakyat sering tidak efektif, terutama di bidang pertanian. Mengandalkan rudal untuk pertahanan nasional, Khrushchev memerintahkan pemotongan anggaran dalam pasukan konvensional. Meskipun terjadi pemotongan, pemerintahan Khrushchev menjadi tahun-tahun yang paling tegang Perang Dingin, yang berpuncak pada Krisis Rudal Kuba (1962).

Nikita Khrushchev dan Joseph Stalin, January 1936.

Beberapa kebijakan Khrushchev dipandang sebagai tidak konsisten, yang menimbulkan faksi-faksi yang saling bersaing dalam partai dan kemudian memecatnya pada bulan Oktober 1964. Dia tidak mengalami nasib yang mematikan beberapa pecundang seperti terjadi sebelumnya dalam perebutan kekuasaan di negeri beruang merah itu, tapi ia dipensiunkan dan tinggal dalam sebuah apartemen di Moskow dan tempat peristirahatan di pedesaan. Memoarnya yang panjang  diselundupkan ke Barat dan diterbitkan tahun 1970. Khrushchev meninggal pada tahun 1971 penyakit jantung.

Sampul majalah Time, 30 April 1958

Khrushchev memulai menjalankan peran kekuasaan sesudah dipanggil kembali ke Moskow menyusul kepanikan Stalin yang mencemaskan terjadinya perebutan kekuasaan di dalam negeri. Ia menjadi sosok yang diharapkan menjadi penyeimbang diantara tokoh-tokoh politik lain di lingkaran Stalin.

Pada tahun 1950, Khrushchev memulai program perumahan skala besar di Moskow. Sebagian besar perumahan itu dalam bentuk bangunan apartemen lima atau enam lantai, yang kemudian dilanjutkan di seluruh Uni Soviet dan  hingga sekarang banyak yang masih bertahan. Pada Maret 1951, Khrushchev kembali mengajukan usulan pengembangan perkotaan yang kemudian ditolak oleh Stalin. Khrushchev kemudian cemas kalau-kalau Stalin akan memecatnya dari pemerintahan.

Pada 1 Maret 1953, Stalin terserang stroke dan meninggal dunia 6 hari kemudian. Sebuah kepemimpinan kolegial yang dikendalikan Malenkov menjalankan pemerintahan dan Khrushchev merasa tersisih dari jalannya organisasi baru itu. Namun, pada 14 Maret, Malenkov mengundurkan diri dan Khrushchev mendapatkan dirinya berpeluang untuk menjalankan pemerintahan. Pada September berikutnya ia terpilih sebagai ketua presidium pemerintahan.

Lavrentiy Beria, anggota presidium, segera menjadi lawan Khrushchev. Jauh sebelum Stalin meninggal, Beria telah meluncurkan reformasi pemerintahan. Beria mengusulkan pembebasan jutaan tahanan politik yang kemudian dilaksanakan. Usulan yang lain adalah penyatuan Jerman, dengan syarat Jerman menjadi negara netral sebagai kompensasi terhadap Barat. Namun Khrushchev menolak usalan itu dan menuduhnya sebagai kebijakan antikomunis.

Pada Juni 1953, Beria ditangkap militer dan kemudian menjalani pemeriksaan secara rahasia. Pada Desember 1953, Beria dieksekusi bersama-sama dengan 5 orang kolega dekatnya. Ia menjadi tokoh politik terakhir yang mengalami tindakan ekstrayudisial semacam itu.

Tetapi Malenkov masih menjadi saingan berat Khrushchev. Malnekov ingin agar pemerintahan dijalankan dengan kekuasaan yang lebih besar lagi. Khrushchev secara hati-hati menahan gerakan Malenkov. Ia menggalang kekuatan dengan para pemimpin partai lokal yang segera menjadi sumber konsolidasi yang kuat. Pada Februari 1954, digelar penyelidikan untuk mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh pemerintahan Stalin dan Malenkov menjadi salah satu orang yang terlibat. Khrushchev segera memiliki alasan kuat untuk menyingkirkan rivalnya tersebut. Malenkov dipecat dari kepemimpinan partai pada Januari 1955 dan ditempatkan sebagai Menteri Urusan Energi Listrik. Telah tiba waktunya sekarang Khrushchev menjadi pemimpin Soviet yang kuat dan tidak tertandingi.

Dalam sebuah pertemuan partai tanggal 14 Februari 1956, Khrushchev membeberkan aksi-aksi kejahatan yang dilakukan selama pemerintahan Stalin. Pidato rahasia itu tidak mengubah struktur politik tetapi jelas memberikan efek yang luas. Pidato itu memicu kerusuhan di Polandia dan revolusi di Hongaria. Para pendukung Stalin asal Georgia pada bulan Juni 1956 kemudian mendesak Khrushchev mengundurkan diri dan Malenkov mengambilalih pemerintahan.

Khrushchev membeberkan aksi-aksi kejahatan yang dilakukan selama pemerintahan Stalin

Kelompok minoritas anti Khrushchev dalam Presidiumpemerintahan ditambah dengan mereka yang menentang proposal Khrushchev untuk desentralisasi kekuasaan atas industri, yang melanda di jantung basis kekuatan Malenkov. Selama semester pertama 1957, Malenkov, Molotov, dan Kaganovich bekerja diam-diam membangun dukungan untuk memecat Khrushchev. Pada 18 Juni 1957, upaya memecat Khrushchev semakin besar, ketika dalam sebuah rapat presidum Bulganin mengambilalih kepemimpinan dan memecat Khrushchev.

Akan tetapi, Khrushchev menolak pemecatan itu karena tidak semua anggota presidium memberikan suara.Lagipula, militer, melalui Menteri Pertahanan Marshal Zhukov tetap memberikan dukungan kepada Khrushchev.

Para pendukung Khrushchev yang mencium adanya perebutan kekuasaan itu segera menuju Moskow dan memaksa masuk dalam pertemuan. Mereka menuntut diadakannya sidang darurat partai. Dalam persidangan itu, Malenkov, Molotov, dan Kaganovich, yang disangka sebagai kelompok anti partai, lantas dituduh terlibat dalam kejahatan pemerintahan Stalin. Demikian juga Dmitri Sephilov, Menteri Luar Negeri, yang merupakan orang dekat Khrushchev. Molotov lalu ditugaskan sebagai duta besar di Mongolia, lainnya dikirim ke pusat-pusat industri yang jauh dari Moskow.

Marshal Zhukov kemudian diberi ganjaran oleh Khrushchev sebagai buah loyalitasnya dengan ditempatkan dalam anggota presidium. Namun Khrushchev khawatir terhadap Zhukov yang disinyalir bisa menyaingi kepemimpinan dan kekuasaannya. Pada bulan Oktober 1957, Khrushchev menugaskan Zhukov untuk melakukan serankaian kunjungan ke kawasan Balkan dan kesempatan itu digunakan Khrushchev untuk menata ulang presidum dengan memecat yang bersangkutan.

Zhukov menyadari apa yang terjadi dan bergegas pulang ke Moskow hanya untuk memperoleh pemberhentian resmi mengenai pemecatannya. Pertemuan presidum dalam beberapa minggu kemudian tidak dihadiri oleh Zhukov.

Khrushchev kemudian memberhentikan Bulganin sebagai perdana menteri dan membentuk Dewan Pertahanan Uni Soviet yang dipimpin oleh dirinya sendiri. Dengan demikian, Khrushchev menjadi panglima tertinggi angkatan bersenjata. Walaupun unggul, Khrushchev tidak lagi menikmati kekuasaan sekuat Stalin.