Johnson dan Kemiskinan: 50 Tahun Lampau

Usai menjalankan mandat kepresidenan menggantikan Kennedy, Johnson kembali ingin menjadi penghuni Gedung Putih. Nominasi Lyndon Johnson disetujui oleh Partai Demokrat menyusul kesuksesan partai ini menguasai lembaga perwakilan. Pada konvensi partainya, dia memperkenalkan kandidat Wakil Presiden, Hubert H. Humphrey, senator liberal dari Minnesota, calon yang mencerminkan keseimbangan geografis dan ideologis.

Bertentangan dengan proses yang mulus itu, Partai Republik mengalami keterbelahan dari segi komposisi usia, keseimbangan geografis, ideologis, dan lahirnya segmen baru berupa orang kaya baru. Barry Goldwater, seorang senator yang sangat konservatif dari Arizona, mengambil nominasi setelah konvensi yang hiruk pikuk.

Senator Goldwater berjanji untuk mengembalikan orientasi partai, menawarkan pilihan bagi kalangan konservatif. Dalam sambutan pencalonannya, ia mendukung konservatif puritan” dan menampar kalangan moderat Partai Republik dengan kata-kata terkenal Ekstremisme dalam membela kebebasan tidak akan mendapat tempat.”

Iklan televisi Goldwater nampak usang dan tidak layak sementara Johnson, di sisi lain, adalah terlihat memikat. Iklan politik Johnson terbukti menjadi salah satu iklan politik yang paling berkesan yang pernah ada. Iklan menampilkan seorang gadis kecil di padang rumput, bercanda memetik bunga, menghitung mundur dari sepuluh ke nol sampai dia tewas oleh ledakan nuklir. Johnson, sementara itu, menggambarkan dirinya sebagai sosok moderat dan pembawa kedamaian.

Hasil perhitungan suara menunjukkan rakyat meemilih Demokrat  dan sejumlah besar pendukung Partai Republik bergabung sebagai pemilih independen yang memberikan suara untuk Demokrat. Johnson menikmati kemenangan sebagai buah dari program Undang-Undang Hak Sipil.

Johnson menyeru bangsa untuk berperang melawan kemiskinan sebagai bentuk keprihatinan karena negara tidak berbuat cukup untuk memberikan kesempatan sosial ekonomi bagi kelas bawah. Statistik menunjukkan bahwa meskipun proporsi penduduk di bawah garis kemiskinan” telah turun 33-23 persen dalam tahun 1947-1956, namun prestasi ini tidak berlanjut karena dalam jangka 19561962, hanya mencapai 2%.

Presiden Johnson menyeru kepada rakyat AS untuk memerangi kemiskinan dalam pidato di Kongres, 8 Januari 1964

Selain itu, selama tahun-tahun pemerintahan Kennedy, jumlah  keluarga miskin meningkat. Jumlah anak-anak dalam kondisi sejahtera mencapai 1,6 juta pada tahun 1950 menjadi 2,4 juta pada tahun 1960,dan diharapkan akan meningkat. Sebagian dari masalah berhubungan dengan perbedaan ras: tingkat pengangguran di kalangan pemuda Afro-Amerika mendekati 25 persen dan itu meningkat tinggi karena hanya mencapai 8 persen dua puluh tahun sebelumnya.

Untuk memperbaiki situasi ini, Presiden Kennedy menyusun program domestik untuk meringankan perjuangan kaum miskin. Ketika  menggantikan Kennedy, Johnson memutuskan untuk melanjutkan program itu . Salah satu bagian yang paling kontroversial program domestik Johnson adalah Perang terhadap Kemiskinan.

Dalam waktu enam bulan, satuan kerja khusus yang dibentuk oleh Johnson menghasilkan rekomendasi program  membentuk community action agency”atau CAA di tingkat lokal untuk mengkoordinasikan semua program federal dan negara bagian yang dirancang untuk penanggulangan kemiskinan.

Setiap CAA diperlukan guna meraihpartisipasi layak maksimaldari warga masyarakat yang dilayani. Lembaga ini pada gilirannya akan mengawasi lembaga-lembaga yang menyediakan layanan sosial, pelayanan kesehatan mental, pelayanan kesehatan, layanan ketenagakerjaan, dan sebagainya. Tahun 1964, Kongres meloloskan Economic Opportunity Act, yang memperoleh pertentangan dari kubu Republik, karena hanya akan menambah mimpi buruk pemerintah.

Pada 20 Agustus 1964, Presiden Johnson mengesahkan UU Penanggulangan Kemiskinan

Presiden Johnson mengesahkan UU Jaminan Kesehatan pada 30 Juli 1965

Pada gilirannya, pembentukan CAA di tingkat lokal menghasilkan  konflik baru. Komunitas lokal ingin mengendalikan organisasi itu akan tetapi kalangan politisi banyak merebut kepengurusan. Karena keduanya merupakan pendukung partai, maka situasi ini mengancam keterbelahan Demokrat. Johnson menugaskan Wakil Presiden Hubert Humphrey untuk memediasi konflik diantara kedua kalangan ini akan tetapi keadaan sudah terlanjur suram.

Presiden Johnson mengunjungi seorang keluarga miskin di kawasan timur negara bagian Kentucky pada 24 April 1964

Demokrat terbelah dengan tajam antara kalangan liberal yang menuntut pendanaan lebih besar lagi dari pemerintah dengan kalangan konservatif yang lebih suka mempertahankan stabilitas politik. Johnson sendiri setiap tahun mengalokasikan anggaran sebesar US $ 1 miliar. Republik menuduh bahwa pembentukan CAA yang didominasi preman-preman di tingkat lokal justru mengutamakan kepentingan mereka sendiri dibandingkan terhadap keseluruhan program sasaran penanggulangan kemiskinan.

Pada tahun 1967, Kongres mengizinkan pemerintah lokal mengambil alih CAA, mengingat kecenderungan radikalisme dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan. Hingga akhir kepresidenan Johnson, sebanyak 1000 CAA berhasil dibentuk dan bertahan hingga abad ke-21. Struktur pendanaan dan birokrasi akhirnya menyebabkan keterbatasan badan ini dalam melakukan layanan sosial.

Pada sisi lain, anggaran untuk penanggulangan kemiskinan meningkat pesat. Pada tahun 1965-1968, anggaran telah melesat dari US $ 6 miliar menjadi US $ 12 miliar. Pada tahun 1974, anggaran telah mencapi tidak kurang US $ 24,5 miliar. Penggelontoran anggaran telah mencapai sasaran efektif, terutama dalam pelatihan dan penempatan tenaga kerja.Diantara program lain yang dilaksanakan adalah bantuan hukum untuk keluarga miskin, beasiswa untuk anak-anak keluarga miskin, dan jaminan kesehatan di rumah sakit dan klinik-klinik lokal.

Diantara keberhasilan program penanggulangan kemiskinan–dan didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi–menyebabkan angka kemiskinan merosot tajam semasa pemerintahan Johnson. Penduduk yang berada dalam garis kemiskinan telah berkurang dari 20% menjadi 12% pada kurun waktu 1964-1974. Akan tetapi, konflik dalam penanggulangan kemiskinan di tingkat pendukung partai, menyumbang kekalahan telak partai dalam pemilu 1968.