John Major, Sosok Pragmatis

John Major

John Major adalah politisi dan pernah menjadi Perdana Menteri Inggris pada tahun 1990-1997. Ia menjadi kepala pemerintahan di negara kerajaan itu sesudah mengambilalih kepemimpinan Partai Konservatif dari “perempuan besi”, Margareth Thatcher, yang berkuasa 1979-1990.

John Major bersama Presiden AS, George H.W. Bush, 1992 di Camp David

John Major menjadi salah satu politisi Eropa yang menjadi saksi penting perubahan dunia. Unifikasi Jerman (1990), bubarnya Uni Soviet (1991), Perang Teluk (1991), dan pergolakan di Semenanjung Balkan (1992-1995). Pada saat dilantik sebagai perdana menteri, John Major berjanji tidak akan meneruskan kebijakan Eropa Thatcher. Akan tetapi situasi ekonomi yang sulit kembali harus dihadapi Inggris pada masa pemerintahan Major. Pemberlakuan tingkat suku bunga yang tinggi oleh Jerman menyebabkan Inggris sulit menurunkan suku bunganya sehingga Inggris terjebak dalam resesi yang lebih dalam lagi.

Ratu Inggris Elizabeth II, berpose bersama dengan kepala pemerintahan yang pernah bertugas antara 1976-2007, antara lain James Callaghan, Margaret Thatcher, John Major, Tony Blair .

Ia dikenal dekat dengan Thatcher dan merupakan kader partai dengan reputasi bagus dan perjalanan karir yang melesat. Usai sekolah, ia pernah menjadi karyawan bank dan kemudian mencoba peruntungan menjadi anggota parlemen akan tetapi gagal pada tahun 1974. Ia berhasil menjadi wakil rakyat seiring dengan kemenangan Thatcher merebut pemerintahan pada 1979.

Major kemudian meriah posisi penting di pemerintahan. Ia menjadi Menteri Muda Keuangan pada tahun 1987 dan kemudian ditunjuk Thatcher menduduki posisi penting, Menteri Luar Negeri (1989).  Ia hanya bertahan 3 bulan dalam posisi itu karena terjadi perombakan kabinet yang menempatkannya sebagai Menteri Keuangan.

John Major (berdiri keempat dari kiri) berpose bersama kabinet Thatcher, 1980

John Major (berdiri, kedua dari kiri) sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Thatcher hasil perombakan, 1989

Pada bulan Juni 1990, Major berhasil mendorong Thatcher untuk menerima konsep mata uang tunggal Eropa: sebuah konsep yang bahkan hingga sekarang ditolak oleh Inggris. Pada Oktober 1990, bersama-sama Menteri Luar Negeri Douglas Hurd, Major meyakinkan Thatcher untuk mengendalikan nilai tukar, sesuatu yang bertahun-tahun ditolaknya selama memegang pemerintahan.

Perdana Menteri John Major bersama anggota kabinet, 1990

 

Perdana Menteri John Major bersama-sama anggota kabinet, 1996

Tahun 1987, margaret Thatcher untuk ketiga kalinya terpilih sebagai Perdana Menteri. Tapi makin banyak anggota Partai Konservatif yang mulai menentang politik kerasnya. Mereka khawatir akan kalah dalam pemilu berikutnya.

Perdana Manteri John Major dalam sebuah sidang kabinet, 1992

Tahun 1990, Wakil Perdana Menteri Geoffrey Howe mengundurkan diri sebagai protes atas gaya kepemimpinan Thatcher dan politik anti eropanya. Setelah menyadari ia akan kalah dalam pertarungan internal partai, Margaret Thatcher meletakkan jabatan Perdana Menteri. Ia digantikan oleh John Major.

John Major bersama isteri, Norma Major, berpose di depan Kantor Perdana Menteri Inggris, Downing Street 10, London, usai dilantik menjadi kepala pemerintahan

Awal tahun kepemimpinan Major ditandai dengan resesi ekonomi (1990-1993). Tetapi 3 bulan usai mengambil alih pemerintahan, Major memperoleh dukungan tinggi yang tercermin dari jajak pendapat yang digelar dan menempatkannya sebagai perdana menteri paling populer usai Harold Macmilan, yang berkuasa 30 tahun sebelumnya.  Major mewarisi ideologi Thatcher akan tetapi dia membentuk citra diri sebagai politisi dengan pendekatan yang pragmatis. Pemilu 9 April 1992 memperkuat posisi Partai Konservatif, sekaligus konfirmasi positif atas kepemimpinan Major.

Menyambut kunjungan Presiden Rusia Boris Yetlsin dan ibu negara Naina Yeltsin,1992

Dalam pemilu itu, partai memperoleh 14 juta suara, sebuah perolehan tertinggi dalam sejarah politik Inggris dan tidak tertandingi hingga hari ini. Sauara itu diterjemahkan ke dalam 21 kursi parlemen yang memiliki kekuatan untuk membentuk pemerintahan sendiri, walaupun masyarakat mempertanyakan kemampuan Major mempertahankan jabatannya.

Bersama Presiden AS William Clinton dan ibu negara Hillary, 1995

Usai pemilu, Major dihajar dengan krisis ekonomi. Peristiwa  13 September 1992 yang dikenal sebagai “Black Wednesday” menyebabkan sistem keuangan Inggris menyerah di tangan spekulan finansial, George Soros. Miliaran poundstreling digelontorkan untuk menyelamatkan Inggris dari kebangkrutan.  Bank Sentral menyerah dan pemerintah membiarkan poundsterling diperdagangkan secara bebas.

Perdana Menteri John Major bersama-sama dengan Menteri Keuangan Norman Lamont ketika memberikan keterangan kepada pers soal kejadian Black Wednesday

Major menyaksikan ancaman krisis legitimasi kerajaan menyusul perceraian pasangan pewaris tahta, Pangeran Charles dan Lady Diana (1992). Major juga mengalami Perang Teluk (1991) dan berhasil mendorong Presiden Bush untuk melaksanakan zona larangan terbang. Tahun itu juga ia dan anggota kabinet lolos dari usaha pembunuhan yang dilakukan oleh gerilyawan pembebasan Irlandia (IRA).

Major mengalami pergolakan bersenjata di Irlandia Utara antara kalangan Protestan dan Katolik. Kebijakan penambahan pajak pendapatan (1993)  yang diusungnya mempercepat kemorosotan legitimasi pemerintahan.

Publik mulai mempertanyakan kapasitas Partai Konservatif yang hampir 18 tahun mengendalikan pemerintahan. Skandal pemerintahan yang melibatkan sejumlah menteri memperburuk kinerja ekskeutif. Skandal “the Cash for Questions” pecah pada tahun 1994. Seorang pelobi parlemen, Ian Greer, terbukti menyuap para anggota Parlemen sebagai ganti untuk menukar pertanyaan-pertanyaan Parlemen yang diajukan dan tugas-tugas lainnya atas nama pengusaha Mohamed Al-Fayed. Major harus menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada pemimpin Partai Buruh, muda dan progresif, Tony Blair, sesudah kekalahan telak pada pemilu 1 Mei 1997.

Margaret Thatcher memberikan tepuk tangan usai mendengarkan sambutan john Major, 1992

Berpose dengan bekas pendahulunya, Margareth Thatcher, 1999

Ada gosip yang telah menjadi persangkaan publik kekalahan Major. Walaupun Thatcher dekat dengan raja media, Rupert Murdoch, ia tidak melanjutkan persekutuan politik itu. Ia cenderung menolak peran Murdoch yang dengan penguasaan media bisa mendiktekan kebijakan pemerintah. Akibatnya, Murdoch ganti halauan dengan mendukung Blair yang menjadi ketua partai sejak 1994. Hubungan Blair dengan Murdoch dikenal sebagai hubungan paling akrab dalam sejarah relasi partai dan media di Inggris.

John Major bersama isterinya, Norma

Usai menjadi kepala pemerintahan, Major tetap mengabdi sebagai anggota parlemen hingga pensiun pada 2001. Ia memperoleh gelar kebangsaan Sir dari Ratu Elizabeth II pada tahun 2005.