Janet Reno, Perempuan Jaksa Agung

Salah satu perempuan anggota kabinet yang tetap akan dikenang di Amerika Serikat adalah Janet Reno.  Ia merupakan Jaksa Agung perempuan pertama dalam sejarah ketatanegaraan Amerika Serikat. Selama sewindu (1993-2001) perempuan ini menjadi Jaksa Agung di masa kepresidenan Bill Clinton yang dua kali menjadi penghuni Gedung Putih. Dia termasuk diantara sedikit Jaksa Agung dengan masa bakti yang panjang setelah William Wirt pada tahun 1829.

Menjadi sampul majalah Time, 20 November 2006, ketika menentang UU Antiteror

Janet Reno

Jaksa Agung merupakan jabatan dalam lingkungan kabinet dan memimpin Departemen Kehakiman, jadi satu-satunya pejabat eksekutif yang tidak bertitel Menteri (Secretary). Jaksa Agung mewakili pemerintah dalam menghadapi persoalan-persoalan hukum, termasuk gugatan di Mahkamah Agung. Ia mengendalikan fungsi penuntutan, melaksanakan penyidikan atas kejahatan criminal tingkat federal, pemeriksaan perkara imigrasi, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, gugatan antimonopoly dan melaksanakan atau menjadi pihak dalam gugatan tata usaha negara.

Pada awalnya Presiden Clinton menominasikan kepada Senat  2 kandidat lain yang juga perempuan yaitu Zoe Baird dan Kimba Wood, namun keduanya gagal memperoleh konfirmasi Senat. Penyebabnya karena kedua calon memiliki rekam jejak yang kontroversial yaitu pernah mempekerjakan imigran gelap sebagai pengasuh bayi.  Selanjutnya Presiden Clinton mengajukan Janet Reno. Memperhatikan rekam jejak yang panjang dalam meniti karier sebagai jaksa Negara Bagian Florida sejak tahun 1978 serta riwayat pendidikannya yang merupakan alumnus 2 universitas ternama (Cornell, 1956 dan Harvard, 1963), maka nomisa Reno memperoleh dukungan bulat dari Senat pada tanggal 11 Maret 1993.

Saat pengumuman nominasi oleh Presiden Bill Clinton (1993)

Reno mengucapkan sumpah jabatan sebagai Jaksa Agung dengan dipandu oleh Hakim Agung Byron White, 12 Maret 1993

Reno adalah keturunan imigran Denmark, di mana sang ayah, Henry Olaf Reno menghabiskan 43 tahun pengabdiannya di Miami, Florida sebagai polisi. Reno sendiri lahir di negara bagian ini pada 21 Juni 1938.

Sesudah lulus sarjana hukum, Reno menjalani pekerjaan sebagai pengacara praktik di 2 kantor hukum yang berbeda di Miami (1963-1971). Reno mulai dikenal publik saat menjadi staf Komisi Yudisial di Parlemen Negara Bagian Florida (1971). Dia mempunyai banyak gagasan mengenai reformasi pengadilan di Florida. Pada tahun 1973-1976, ia menerima tawaran untuk bekerja sebagai penuntut umum di Kejaksaan Negeri  Dade County. Sesudah bekerja sebagai patner di sebuah firma hukum swasta, Reno sejak tahun 1978 kembali terpilih sebagai jaksa di Kejaksaan Negeri  Dade County. Selama kurun waktu ini, karier Reno terkenal sebagai penuntut umum yang menorehkan prestasi,  menyelidiki banyak kasus dari korupsi politik sampai tindakan criminal lain termasuk memperkenalkan teknik penyelidikan baru dalam kasus-kasus kekerasan terhadap anak.

Memasuki kerja sebagai Jaksa Agung pada tahun 1993, ia menyadari bahwa Departemen Kehakiman menghadapi banyak tantangan. Kejahatan disertai tindak kekerasan merajelela. Banyak imigran gelap memasuki perbatasan Amerika. Departemen juga menghadapi kenyataan rendahnya kinerja penegakan hukum dengan sumber daya manusia yang terlatih secara terbatas. Pelatihan tidak pernah dikembangkan dan banyak peralatan yang ketinggalan zaman. Departemen kemudian menghadapi kesulitan untuk memeriksa kejahatan yang bersifat rumit.  Kejahatan korporasi berkembang secara global tetapi kemampuan untuk menuntutnya terbatas. Pemerintah secara umum menghadapi keluhan publik soal kapasitasnya dalam menangani tindak pidana, persoalan lingkungan hidup, dan penegakan hak-hak sipil.

Reno memutuskan untuk segera melakukan banyak pembenahan. Dengan dukungan Presiden Clinton, Reno merumuskan kebijakan penegakan hukum baru sehingga fungsi Jaksa Agung tidak terjebak dalam rutinitas biasa. Reno mempertaruhkan pengalaman dan reputasinya sebagai jaksa di Florida untuk mengembangkan pencapaian prestasi yang pernah diraihnya di tingkat federal.

Di awal jabatan tersebut Reno menegaskan bahwa,”Kita harus menggunakan sumber daya yang terbatas untuk membangun kemitraan yang realistis dengan negara bagian dan pemerintahan lokal, suatu kemitraan yang ditegakkan atas dasar prinsip saling menguntungkan dan saling menghormati…Kita mempertaruhkan segalanya untuk mencapai tujuan keadilan, ingatlah bahwa kadang-kadang langkah yang tepat merupakan tindakan politik yang tidak populer…Tetapi dengan sekuat tenaga…marilah kita bersama untuk menghilangkan keragu-raguan itu untuk mencapai keadilan untuk semua.”

Reno menangani banyak kasus besar selama menduduki jabatan Jaksa Agung. Di awal masa jabatan ia harus menangani kasus pengepungan David Koresh di Texas bersama-sama pengikutnya yang percaya akan datangnya hari kiamat. Dalam kejadian itu, 76 pengikuti sekte bunuh diri. Reno mengaku memerintahkan FBI untuk mengatasi persoalan itu saat mendapatkan informasi mengenai kejadian itu.

Reno kemudian mengajukan gugatan antimonopoli atas perusahaan Microsoft atas dasar Sherman Antitrust Act. Kemudian, Reno bertanggung jawab atas penyelidikan dan penuntutan pelaku peledakan bom di Okhlahoma City serta World Trade Center. Reno mewakili pemerintah dalam menghadapi uji materiil the Communication Decency Act, tetapi kalah karena Mahkamah Agung membatalkan undang-undang tersebut. Tidak kalah menariknya, Janet Reno memutuskan mendeportasi Elian Gonzales, seorang bocah Kuba berusia 6 tahun, yang menyeberang ke Amerika dalam perjalanan penuh bahaya melalui laut dan telah menewaskan ibu dan ayah tirinya.

Pada tahun 1998, Janet Reno menghadapi tuduhan menghina Kongress karena menolak menyerahkan dokumen-dokumen untuk keperluan persidangan impeachment atas Presiden Clinton, namun the House of Representative tidak pernah mengadakan pemungutan suara untuk kasus itu dan dokumen-dokumen itu dikembalikan lagi ke Gedung Putih. Reno pernah memerintahkan Jaksa Agung Muda Perdata David W. Ogden untuk mengajukan gugatan melawan hukum terhadap perusahaan rokok.

Pada tahun 1995, Janet Rane mengumumkan dirinya terkena Parkinson. Reno menggenapi pengabdiannya sebagai Jaksa Agung hingga Presiden Bush memasuki Gedung Putih (2000) dan menyerahkan jabatannya kepada John Ashcroft.

Reno kemudian pulang kampung ke Florida. Tahun 2002, mencoba berkompetisi dalam pemilihan Gubernur akan tetapi gagal karena Partai Demokrat mengajukan Bill McBride dengan selisih suara yang amat tipis: 44%:44,4%.  Sesudah kegagalan itu ia tidak lagi aktif dalam politik dan jabatan publik, tetapi sesekali menghadiri undangan Partai Demokrat untuk membahas kasus-kasus yang berhubungan dengan politik.

Reno mempercayai perlunya peningkatan kualitas pendidikan di Amerika karena hal itu berhubungan dengan tingkat kejahatan. Reno juga menerbitkan album kompilasi lagu-lagu lama dalam tajuk Song of America.

Tahun 2009, Reno memperoleh penghargaan the Justice Award dari American Judicature Society. Penghargaan itu, seperti dikemukakanoleh Wakil Presiden organisasi ini, Seth Andersen, bukti pengakuan komitmen Reno terhadap pengembangan sistem pengadilan Amerika dan pembelajaran bagi rakyat perjuangan pencapaian keseteraan di muka hukum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s