Ibu Negara Progresif dan Membantu Suami Sepenuh Hati

Lady Bird Johnson, 1964

Saat mendengar kabar tertembaknya Presiden ke-33 Amerika Serikat (1960-1963), Lady Bird Johnson, isteri Wakil Presiden Lyndon Bainer Johnson, berujar kepada seorang temannya:”kami merasa tiba-tiba tertancap dalam suatu panggung yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.” Kata-kata ini selalu terpatri kembali dalam tebaran publikasi mengenai profil Lady Johnson.

Lady Bird Johnson

Ada semacam kesepakatan diantara para wartawan dan pakar bahwa Lady Johnson sudah dipersiapkan suaminya untuk menjadi ibu negara  mengingat loyalitas dan kesetiaannya sepanjang karier politik Johnson di Washington (anggota DPR, 1937-1949 dan Senat, 1949-1961). Dalam mencapai jabatan itu, sang isteri bertindak sebagai ibu rumah tangga, penasehat sekaligus juru kampanye yang handal bagi Johnson. Kelak, saat menjadi penghuni Gedung Putih, Lady Johnson akan selalu dikenang sebagai ibu negara yang handal dan bercitra positif, mampu mengimbangi posisi suaminya. Dan Lady Johnson tahu betul soal ini mengingat pernah mengeyam pendidikan jurnalistik di Universitas Alabama (1928), namun menyelesaikan sarjana di Universitas Texas (1934).

Ketika menjadi ibu negara, Lady Johnson merekrut Liz Carpenter sebagai sekretaris pribadinya. Menurut pengakuan Carpenter sebagaimana termuat dalam buku biografinya “Ruffles and Flourisher” (1969), carpenter mengatakan Johnson menunjuknya seorang wartawan pasti akan bisa mengucapkan bahasa populer, mengetahui perbedaan deadline siang dan malam, sesuatu yang dibutuhkan ketimbang dielakkan. Bagi Lady Johnson, menjadi ibu negara bukan sekedar ornament, tetapi lebih merupakan posisi untuk meningkatkan kelemahan-kelemahannya. Setelah keberhasilan suaminya menjadi politisi di awal kariernya, Lady Johnson kemudian mengelola radio (1943) dan televisi (1952)—dengan modal warisan orang tuanya–yang membuat mereka mempunyai kekayaan dan penghasilan yang cukup.

Bersama puterinya, Luci Baines Johnson Nugent dan cucu laki-laki, Patrick Lyndon Nugent di kompleks Gedung Putih dalam sebuah kesempatan.

Claudia “Lady Bird” Johnson

Lahir dengan nama asli Claudia Alta Taylor, pada tanggal 22 Desember 1912 di Karnack, Texas, dekat dengan negara bagian Louisiana. Saat masih dalam kandungan, perawatnya, Alice Tittle, “gerakannya sudah mencerminkan aktivitas seekor kumbang biru” dan konon atas kejadian ini, kelak ia menyebut dirinya sebagai Lady Bird. Lady Johnson tumbuh menjadi gadis kecil yang pendium dan pemalu, dan senang bermain di luar rumah. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah (1928) di melanjutkan pendidikan di Alabama namun kemudian di Texas dan menjadi aktivis mahasiswa yang handal.

Di Universitas ini ia bertemu dengan Lyndon Baines Johnson, seorang pemuda dengan bakat politik bagus dan bekerja sebagai asisten anggota Konggres, Richard Kelberg. Mereka menikah pada 17 November 1934 di San Antonio, Texas. Mereka mempunyai 2 orang putri—yang kelak semua menikah di Gedung Putih, yaitu Lynda dan Luci.

Saat suaminya meniti minat menjadi anggota parlemen, Lady Johnson membantu dengan pendanaan selama masa kampanye. Tak kurang hampir US $ 10.000 dollar digelontorkan dari warisan ibunya untuk membantu sang suami. Pasangan ini kemudian menetap di Washington D.C. setelah terpilih menjadi anggota Konggres.

Atas permintaan Kennedy, Lady Johnson diminta mengambilalih peran dan posisi Jacquline Kennedy, yang saat itu sedang hamil. Perannya membuat 7 negara bagian di kawasan Selatan mendukung Kennedy dan suaminya. Selama 70 hari ia berkeliling sepanjang 56.000 km ke 11 negara bagian dan menghadiri hampir 150 acara. Kelak, setelah Kennedy menjadi Presiden, Lady Johnson sering diminta untuk mendampingi acara resmi kepresidenan.

Ketika membantu suami meraih kursi senat walaupun gagal (1941)

Sesudah suaminya menjadi Presiden menggantikan Kennedy (1963) dan kemudian menjadi Presiden (1964-1968), Lady Johnson menjalankan aktivitas penuh sebagai ibu negara. Dia dipandang sebagai “kekuatan menentukan bagi suaminya” dan menampilkan gaya baru sebagai ibu negara. Dia juga menjadi ibu negara pertama yang semula berprofesi sebagai pengusaha dan mendermakan kekayaaannya untuk karir politik suaminya. Tak berlebihan ketika latar belakang itu menjadikan Lady Johnson “tidak hanya menjalankan tugas sebagai isteri dan ibu, tetapi juga eksekutif swasta yang cerdik dan politisi kawakan yang berpengalaman.” Progresivitasnya sebagai ibu negara hanya ditandingi oleh Eleanor Roosevelt (1933-1945). Dia berkomitmen “untuk membantu suaminya dalam kemungkinan apapun.”

Presiden John F. Kennedy, Ibu Negara Jacqueline Kennedy, Wakil Presiden Lyndon B. Johnson dan Lady Bird Johnson

Gaya yang demikian jelas berbeda dengan Jacqueline Kennedy yang “elusif, tertutup, dan misterius” serta tampil “senang bergaya glamour dan menjauhi aktivitas politik.” Sementara Lady Johnson selalu tampil menjadi bagian Presiden Johnson dan berperan dalam denyut pemerintahan suaminya. Lady Johnson menjadi tempat diskusi Johnson untuk masalah-masalah legislasi dan dikenal aktif membantu kebijakan politik dan policy suaminya.

Walaupun dalam salah satu edisinya Majalah Time (Agustus 1964) pernah menggambarkan bahwa dibandingkan Jacqueline, Lady Johnson  digambarkan “hidungnya terlalu panjang, mulutnya terlalu lebar, pergelangan kakinya terlalu gemuk, dan pribadinya tidak terlalu peka terhadap perkembangan mode pakaian.” Demikian juga publikasi (1964) yang mempertanyakan kekayaannya selama di Alabama dan gossip penggunaan pengaruh suaminya untuk menekan Komisi Penyiaran Federal untuk memonopoli penyiaran televisi miliknya di Austin (1963). Saat suaminya menggelorakan Perang Vietnam, Lady Johnson justru terkenal dengan pernyataannya yang “anti perang” di kampus-kampus tahun 1968.

Bersama suami

Dalam kampanye kepresidenan suaminya tahun 1964, Lady Johnson disorot sehubungan dengan kepergiannya seorang diri ke 8 negara bagian pada bulan Oktober 1964 secara misterius dan diam-diam yang dikenal dengan “Lady Bird Express.” Dan dalam masa berikutnya ia dikenal sebagai “the most well-travelled first ladies”dengan kegemaran membawa rombongan wartawan. Untuk mendukung program suaminya “Great Society”, Lady Johnson telah mengadakan 40 perjalanan selama 5 tahun dan menempuh jarak tak kurang 200.000 mil. Atas usahanya itu, pers menggambarkan bahwa Presiden telah memiliki seorang penjual program gratis yang memungkin “Great Society” diterjemahkan di dalam praktik.

Bersama dengan Presiden Reagen dan Ibu Negara Nancy Reagen di Gedung Putih (1988)

Menjelang akhir jabatan suaminya, Lady Johnson memperoleh pujian Majalah Times (Desember 1968), sebagai “ibu negara pertama yang tanpa keraguan menjadi kenangan akan usaha-usahanya yang luas dalam keindahan Amerika, seruannya yang terus menerus untuk memelihara taman dan bangunan sudah mendorong masyarakat Amerika untuk berpkir ulang mengenai kualitas lingkungan hidup mereka.”

Lady Johnson telah menulis sendiri pengalaman dan kesan-kesannya selama menghuni Gedung Putih. Tulisan yang populer hingga kini atas dasar rekaman pribadinya terbit di tahun 1970 dengan judul “A White House Diary.” Hanya beberapa hari setelah kematian Kennedy, Lady Johnson telah merekam secara eletronik segala hal selama menjadi ibu negara, dimulai dari kejadian tertembaknya Kennedy 22 November 1963 dan diakhiri dengan pelantikan Richard Nixon pada 20 Januar 1969. Dia merekam kejadian itu nyaris tiap hari, menghasilkan gambaran detail mengenai aktivitas suaminya, persoalan keluarga, dan isu-isu utama yang berkembang dalam suatu waktu.

Bersama Ibu Negara Pit Nixon, ketika meresmikan Perpustakaan dan Museum LB Johnson pada tahun 1971

Pada tahun 1977, Lady Johnson memperoleh penghargaan the Presidential Medal of Freedom dari Presiden Gerald Ford atas perannya sebagai “salah satu ibu negara Amerika tersohor yang menempatkan perannya di dalam sejarah dan hati masyarakat Amerika.” Dia menjadi ibu negara pertama yang kemudian menerima the Congressional Medal  di tahun 1988. Suatu jajak pendapat pada tahun 1982 menempatkan dirinya sebagai ibu negara paling berpengaruh dan disusul oleh Abigail (isteri Presiden John Adam) dan Eleanor Roosevelt. Namanya diabadikan menjadi nama sebuah danau oleh Walikota Austin pada 26 Juli 2007 sebagai “Lady Bird Lake.”

Liz Carpenter, nampak duduk di kursi roda, mantan sekretaris pribadi Lady Johnson, bergabung dengan keluarga Johson sebelum pemakaman pada tahun 2007

Upacara kenegaraan pemakaman Lady Johnson

Menyusul stroke sejak Agustus 1993 dan mengalami kebutaan sejak Februari 2007, Lady Johnson akhirnya meninggal dunia pada 11 Juli 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s