BUSH: PRESIDEN YANG MISKIN AGENDA

Ketika  Bush dilantik sebagai Presiden pada tanggal 20 Januari 1989, ia menggantikan kekuasaan Ronald Reagan (menjabat 1981-1989) yang sangat populer.  Bush telah sewindu menampingi sebagai Wakil Presiden. Dalam pidato pelantikannya, Bush berbicara tentang penderitaan tunawisma, kejahatan, dan kecanduan narkoba. Dia menganjurkan kesukarelaan dan keterlibatan masyarakat, berjanji untuk mendukung seribu titik cahaya, dari semua organisasi masyarakat yang tersebar laksana bintang di seluruh bangsa, untuk sebuah kebaikan.”

Ketua Mahkamah Agung, Wiliam Renquist, memandu pengucapan sumpah jabatan Presiden George H.W. Bush

George Herbert Walker Bush lahir di Milton, Massachusetts, pada 12 Juni, 1924. Orang tuanya, pasangan Prescott Sheldon Bush dan Dorothy Walker Bush pindah ke Greenwich, Connecticut, saat George berusia remaja. Keluarganya kaya tetapi orang tuanya mendidik anak-anak mereka untuk hidup sederhana, menekankan pentingnya pengabdian publik, dan melayani masyarakat.  Semula bekerja sebagai bankir investasi, Prescott Bush kemudian menjadi senator Republik mewakili Connecticut untuk masa jabatan 1952-1963.

Bush meninggalkan rumah untuk menempuh pendidikan di Phillips Academy Andover, sebuah sekolah asrama eksklusif di Massachusetts. Di Andover, Bush merupakan kapten dari tim bisbol dan sepak bola, dan ketua kelas senior. Dia lulus ketika sedang berulang tahun ke-18 (1942). Pada hari yang sama, menjadi kadet di Angkatan Laut.

Bush bertugas di Angkatan Laut saat berkobar Perang Dunia II dan menjalani tugas antara 1942-1945.  Saat ditunjuk sebagai pilot pada Juli 1943, ia adalah taruna termuda dalam Angkatan Laut. Bush menjalankan pesawat pengebom di Pasifik dan telah menjalani misi tempur tidak kurang dari 58 kali.  Tanggal 2 September 1944, saat menyerbu stasiun radio musuh, pesawarnya tertembak oleh Jepang dan menyebabkan ia terjatuh ke lautan. Ia ditolong oleh sebuah kapal selam tidak lama kemudian. Untuk aksi heroiknya itu, ia menerima penghargaan Distinguished Flying Cross.

Sembari menjalani misi di Angkatan Laut, Bush menikah dengan Barbara Pierce pada 6 Januari 1945 di New York. Bush bertemu Barbara ketika menjalani liburan di Greenwich pada sebuah klub musik country. Pasangan ini dikarunia 6 orang anak, yaitu George Walker Bush (lahir, 1946; kelak Gubernur Texas 1994-2001 dan Presiden AS, 2001-2009), Robin (lahir 1949 dan meninggal dunia 1953 karena leukimia), John Ellis alis Jeb (lahir 1953, sekarang Gubernur Florida), Neil (lahir 1955), Marvin (lahir 1956) dan Dorothy (lahir 1959).

Menggendong si sulung, Walker Bush, kelak Presiden AS, 2001-2009.

Bush mengundurkan diri dari Angkatan Laut pada bulan September 1945 dan melanjutkan pendidikan di Universitas Yale. Dia adalah bagian dari gelombang veteran Perang Dunia II yang membanjiri perguruan tinggi dan universitas setelah perang. Ia menyelesaikan gelar sarjana di bidang ekonomi pada program akselerasi yang memungkinkan dia untuk lulus dengan 1948.Di Yale, ia menjadi aktivis kampus, bermain bisbol, dan akhirnya menjadi kapten tim. Dia juga anggota perkumpulan Skull and Bones, sebuah perkumpulan rahasia eksklusif di kampus.

Bush kemudian memimpin partai Republik di Texas dan tahun 1964, menjajal peruntungan dengan mengajukan diri sebagai senator tetapi kalah oleh petahana Ralph Yarborough. Pada 1966, Bush memperoleh kesempatan menjadi anggota DPR mewakili Houston dan terpilih kembali pada 1968. Bush dikenal pendukung Perang Vietnam, mendukung kebijakan Great Society dan Bill of Rights Presiden Johnson.

Tahun 1970 Bush mencoba mengajukan diri kembali sebagai kandidat Senat akan tetapi gagal. Pada Desember 1970, Presiden Nixon menunjuknya sebagai Duta Besar untuk PBB, sebuah jabatan setingkat menteri. Sejumlah kalangan menentang penunjukkan itu mengingat pengalaman Bush yang minim soal hubungan luar negeri akan tetapi Senat tetap memberikan persetujuan. Karena bukan bagian dari lingkaran dalam Presiden Nixon, ia tak efektif menjalankan fungsi sebagai duta besar. Namun Bush menjalin hubungan pribadi dengan perutusan negara asing dan kelak sangat membantu dalam perjalanan karier berikutnya.

Presiden Nixon memberhentikan Bush sebagai duta besar lalu menunjuknya sebagai Ketua Komite Nasional Partai Republik. Bush menjadi loyalis luar biasa bagi Nixon ketika terjadi skandal Watergate akan tetapi menjadi realistis ketika Mahkamah Agung memerintahkan pembukaan rekaman pembicaraan Nixon yang mengkonfirmasi peran kepala negara menghalang-halangi penyelidikan. Bush berujar kepada Nixon bahwa partai tidak lagi memberikan dukungan. Bush meyakinkan Nixon bahwa DPR akan mengajukan resolusi dan Nixon harus menghadapi impeachment dengan ancaman pemecatan. Menyadari situasi dan tekanan partai, Nixon terpaksa mengundurkan diri pada Agustus 1974.

Pengganti Nixon, Gerald Ford kemudian menunjuk Bush sebagai utusan khusus di RRC. Bush kemudian dipercaya Gerald Ford untuk mengepalai CIA pada tahun 1975. Di sini Bush menjadi direktor intelijen yang populer dan cakap mengelola badan intelijen yang kontroversial itu. Sesudah Carter menggantikan Ford, Bush diberhentikan dari jabatannya dan kemudian pulang kampung ke Houston.

Reagen berhasil mempengaruhi Bush untuk mendampingi sebagai Wakil Presiden. Tahun 1980 mereka memenangkan kampanye kepresidenan dan untuk pertama kali pula sejak 1954, kursi Senat dikuasai oleh kubu Republik. Bush kemudian mengabdi sebagai loyalis terhadap Reagen. Bush lalu dipercaya memimpin satuan kerja khusus misalnya dalam reformasi perundang-undangan dan penanggulangan penyelundupan narkotika. Bush juga melakukan kunjungan ke luar negeri yang kelak bermanfaat dalam mengemban mandat kepresidenan.

Usai dilantik menjadi Presiden, Bush mengawali pemerintahan dengan menujuk kolega lamanya dalam posisi penting, seperti James Baker (Menteri Luar Negeri), Marlin Fitzwater (Sekretaris Pers), John Sununu (Kepala Staf Kepresidenan), Brent Scowcroft (Penasehat Keamanan Nasional) dan Dick Cheney (Menteri Pertahanan, kelak Wakil Presiden, 2001-2009).

George Bush, Walker Bush, dan Jeb Bush

Selama kepresidenan Bush, Kongres dikuasai oleh kubu Demokrat. Agenda politik dalam negeri menjadi terbatas. Banyak inisiatif domestik yang memperoleh pertentagan dari oposisi. Mengingat defisit ekonomi makin memburuk, Bush terpaksa mengingkari janji kampanye dengan menaikkan pajak pendapatan. Kebijakan ini segera memperoleh tempat buruk di kalangan konservatif dan menyumbang kekalahan dalam pemilu 1992.

Diantara sekian banyak agenda dalam negeri Bush yang paling berhasil adalah mengajukan calon hakim agung sebanyak 2 orang, yang mana Reagen bahkan tidak dapat melakukannya.Para hakim agung itu adalah David Souter (1939-) pada tahun 1990, dan Clarence Thomas (1948-) pada tahun 1991.

Pemerintahan Bush dituduh miskin agenda dan pada tahun 1990, John Sununnu mengeluh bahwa dalam 2 tahun berikutnya dipastikan tidak ada satu pun agenda legislatif yang ditetapkan.

Mengingat ekonomi hanya tumbuh 1% dan  pengangguran mulai meningkat, masyarakat menghendaki tindakan yang lebih tegas dari Gedung Putih.