Obama dan Komitmen Kesepakatan dengan Iran

Presiden Obama berkeinginan kuat untuk membuat perjanjian yang efektif dengan Iran sehubungan dengan isu nuklir. Ia membantah kritik-kritik yang dikemukakan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mencemaskan jika Kongres, yang dikendalikan oleh Partai Republik, menolak usaha itu karena hanya akan menimbulkan ancaman global yang lebih besar lagi. Demikian diantara inti bagian pidato Presiden Obama di American University Rabu (4/8/2015).

Jika Kongres menolak kesepakatan ini, kami akan kehilangan lebih dari sekedar kendala pada kesepakatan nuklir atau sanksi  terhadap Iran yang telah susah payah dibangun,” katanya. Kami akan kehilangan sesuatu yang lebih berharga kredibilitas Amerika sebagai pemimpin diplomasi. Kredibilitas Amerika adalah jangkar sistem internasional.”

Presiden yakin bahwa  kesepakatan yang lebih baik akan tercapai karena para negosiator Amerika dan  sekutu-sekutunya seperti Perancis, Inggris, Jerman, Rusia dan Cina  telah menuntut agar Iran menyerah dan benar-benar membongkar semua fasilitas nuklirnya. Jika Kongres menolak kesepakatan ketika memberikan suara pada bulan September yang akan datang, usaha pemerintah untuk membujuk negara-negara lain untuk memaksakan pada Iran akan runtuh dan perjanjian itu sesungguhnya merupakan cara untuk mencegah Iran memiliki akses terhadap tenaga nuklir yang bisa menimbulkan bahaya peperangan.

Menurut Presiden, kebijakan pertahanan itu disusun guna mencegah Iran memiliki akses terhadap senjata nuklir dengan ditukar kepercayaan dan pencabutan sanksi. Obama mensinyalir penolakan terhadap upaya itu dilancarkan oleh kubu garis keras Partai Republik yang menghendaki status quo atas masalah Iran.

Presiden juga menegaskan bahwa dia memahami kebutuhan keamanan Israel dan menyatakan bahwa usaha kesepakatan itu merupakan bagian dari relasi antara Amerika Serikat dengan Isreal. Ia tidak mencemaskan obyektifitas Netanyahu dan akan terus menerus meyakinkan bangsa Amerika agar terus mendukung Israel.

Kritik dan pernyataan Obama dilancarkan begitu terang-terangan terhadap kalangan yang mengecam usaha penyelesaian masalah Iran. Obama bahkan menambahkan bahwa setiap orang yang mengeluhkan masalah Irak semestinya akan mendukung skema kebijakan yang ditawarkan untuk masalah Iran.

Sebagai kandidat presiden, Obama konsisten menolak perang Irak. Invasi terhadap Irak merupakan kekeliruan yang membahayakan dan hanya akan mendorong Iran memiliki pengaruh yang semakin lama semakin besar terhadap Irak dan kawasan itu pada umumnya. Sementara itu, Netanyahu diketahui pendukung fanatik perang Irak dan pernah menyampaikan testimoni di hadapan Kongres pada September 2002, akan tetapi dalam kapasitas sebagai pribadi.

Setelah 14 tahun berlangsungnya peperangan, ribuan nyawa orang Amerika dan Irak hilang dan ribuan lagi akan lebih banyak orang yang terluka. Ini merupakan sesuatu yang mengerikan dan tentu saja tidak terbayangkan jika masih saja ada orang yang menyenangi opsi militer untuk penyelesaian isu Iran. Ini adalah postur rasional, karena, seperti ditegaskan oleh Presiden Obama, dia dan para presiden Amerika mendatang akan didorong menggunakan kekerasan jika Iran berusaha membangun senjata di tahun-tahun mendatang.

Nampaknya Presiden Obama telah belajar dari kasus Irak. Kebijakan hubungan luar negeri dan pertahanan Amerika Serikat yang mengandalkan tindakan militer dibandingakan diplomasi, mengutamakan analisis sementara intelijen serta pilihan terhadap aksi unilateral telah melahirkan kebijakan yang berdampak negatif untuk sekarang dan masa mendatang. Sejumlah anggota Kongres barangkali enggan belajar dari kasus itu akan tetapi tidak demikian bagi penduduk Amerika Serikat pada umumnya.

Usai pidato, dalam pertemuan dengan sejumlah kecil wartawan, Presiden Obama tidak membantah bahwa manakala kesepakatan gagal, maka ancaman perang tidak terhindarkan. Iran bisa saja tidak menyerang Amerika Serikat secara langsung, akan tetapi mereka akan mengancam keselamatan para serdadu, mengkhawatirkan Isreal karena membiarkan Hezbullah akan meluncurkan roket atau mengirimkan aksi bunuh diri di kapal perang Amerika yang sedang bersandar di Teluk Hormuz.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s