Islam dan Hukum Humaniter

Salah satu kontribusi terbesar Muhammad SAW kepada peradaban ummat manusia adalah membudayakan hukum perang. Beliau membersihkan kebiasaan dan tradisi perang yang tidak beradab dan barbar dari bangsa-bangsa terdahulu dan menggantikannya dengan hukum- Hukum Internasional kemanusiaan, keadilan, dan penuh kebajikan, dan beliau telah melakukan kodifikasi Hukum Internasional berkaitan dengan perang.
Al-Qur’an diturunkan sebagai doktrin Islam yang utama, menekankan pada ajaran perdamaian. Secara harfiah Islam bermakna damai, aman, selamat, dan penyerahan diri. Namun tidak selamanya ajaran ideal itu bisa direalisasikan sesuai dengan konsep awal Maqa>shi>d al- Syari>’ah. Karena dalam sejarahnya, konsepsi di atas tidak selalu seiring dengan perjalanan ummat Islam.
Pada zaman Nabi peperangan kaum muslimin dengan kaum musyrikin tidak dapat dihindarkan, kendati dengan tujuan untuk menegakkan keadilan ekonomi, kesetaraan manusia, dan bertahan dari penyerangan. Hal ini didorong oleh teks al-Qur’an dan as- Sunnah yang secara formal mendorong, menganjurkan dan memerintahkan untuk menegakkan perang, tentunya dengan latar belakang dan konteks yang berbeda.
Kaitannya dengan perlindungan terhadap penduduk sipil pada saat terjadi konflik bersenjata, Islam mengajarkan kepada orang-orang yang beriman untuk tidak berperang secara membabi buta dan barbarian, hal ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam al-Qur’an surat al-Hajj.
ولولا دفع االله الناس بعضهم ببعض لهدمت صوامع وبيع وصلوات ومساجد يذآر فيها اسم االله آثيرا ولينصرن االله من ينصره إن االله لقوي عزيز12.
Ayat lain yang melarang peperangan yang dilakukan dengan cara- cara yang berlebihan sehingga hal ini bisa menyebabkan timbulnya korban dan penderitaan yang tidak semestinya, sebagaimana dijelaskan dalam surat al-baqarah:
وقاتلوا في سبيل االله الذين يقاتلونكم ولا تعتدوا إن االله لا يحب المعتدين13
Disamping itu dalam Islam menjelaskan secara rinci tentang siapa-siapa saja yang boleh dan dilarang dibunuh dan dilukai dalam peperangan. Dalam Islam dibenarkan membunuh siapa saja yang terlibat secara langsung dalam sengketa bersenjata di medan perang, dan Islam memerintahkan kepada ummatnya untuk tidak membunuh orang-orang yang tidak terlibat dalam peperangan, misalnya: kaum perempuan, anak-anak, orang yang cacat mental, orang yang tua renta, orang yang sakit dantidak berdaya, orang yang lumpuh, orang yang buta, para pemuka agama, dan setiap orang yang tidak memiliki kemampuan untuk berperang dan mengangkat senjata.
Hadist Nabi yang lain yang melarang membunuh dan berbuat keji terhadap penduduk sipil, sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Anas:
وعن انس أن النبي صلعم قال: “إنطلقوا بإسم االله وباالله, وعلى ملة رسول االله لاتقتلوا شيخا فانيا, ولاطفلا, ولاصغيرا, ولا إمرأة, ولاتغٌلوا, وضٌموا غنائكم, وأصلحوا, وأحسنوا إن االله يحب المحسن.16
Dari kedua hadist Nabi di atas nampak jelas bahwa Islam sama sekali tidak membenarkan tindakan-tindakan yang brutal dan sporadis dalam perang, dan mengecam keras terhadap segala bentuk peperangan yang keji dan tidak mengenal batasan-batasan humanis. Bahkan Islam mengajarkan pada ummatnya untuk senantiasa berbuat kebaikan dan kebajikan walaupun dalam kondisi peperangan, hal ini disebabkan karena peperangan dalam Islam tidak lain hanyalah sarana untuk mempertahankan diri dari serangan-serangan imperialis dan pembelaan terhadap semua bentuk kedzaliman, penindasan dan kesewenang- wenangan.
Adapun yang menjadi permasalah dalam hal ini yaitu; bahwa tidak sedikit dari kalangan penduduk sipil yang menjadi korban dari keganasan perang, bagaimana hal ini bisa terjadi? mengingat penduduk sipil adalah orang-orang yang tidak terlibat langsung dalam peperangan, lantas sejauh mana usaha-usaha Hukum Huamaniter Internasional dan Hukum Islam dalam memberikan perlindungan terhadap hak-hak mereka dalam situasi perang, serta seperti apa bentuk perlindungan yang diberikan kedua sistem hukum tersebut untuk dapat mencegah dan meminimalisir jatuhnya korban dari kalangan penduduk sipil. Hal ini menjadi issu yang menarik untuk dibahas dan dikaji lebih lanjut mengingat masih sedikitnya Pakar-Pakar Ilmu Hukum yang meneliti permasalahan di atas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s