Bagaimana Memahami Mitos Politik di Rusia?

Beberapa negara memiliki mitos yang lebih negatif yang terkait dengan diri mereka daripada Rusia. Ada mitos lama bahwa Rusia merupakan negara yang otoriter. Ada mitos baru mengenai Rusia yang membantu diktator atau menekan kaum gay. Anda bisa melawan mitos tersebut jika menemukan bar gay di Moskow atau dengan memancing fakta-fakta tentang kebijakan luar negeri Rusia di media Barat. Atau Anda dapat melakukannya dengan cara yang lebih mudah: memantau  program “Mitos Tentang Rusia” yang diasuh oleh analis politik Dmitry Babich di Radio VR.

Tahun 2013 akan dikenang sebagai serangkaian amnesti dan pengampunan, yang terjadi pada musim gugur ini dan menyebabkan pembebasan beberapa narapidana dari penjara Rusia . Mikhail Khodorkovsky, bekas taipan minyak,  dan 2 personel yang tersisa dari kelompok band Pussy Riot dibebaskan dari penjara. Proses peradilan terhadap 30 anggota Greenpeace di kapal Arctic Sunrise juga ditunda. Akibatnya: 26 orang asing aktivis lingkungan dan jurnalis yang diancam 15 tahun penjara praktis hanya ditahan hampir 2 bulan saja.

Perkembangan yang paling mengecewakan bagi para wartawan asing adalah fakta bahwa Khodorkovsky gagal menjadi symbol oposisi terkemuka kalangan liberal Rusia.Personel Pussy Riot tidak disambut antusias di Moskow, dan Presiden Putin, tampaknya tak tertandingi, tetap nyaman di Kremlin. Harian Prancis Le Figaro bahkan menulis bahwa seluruh pelaksanaan amnesti  itu merupakan manipulasi cerdas Putin. ”

Logika yang aneh kemudian muncul: bagaimanakah Putin dapat membuat oposisi lemah setelah membebaskannya dari hukuman? Dan semua sosok pembangkang itu kemudian terlihat sama: tidak mampu untuk mengeluh kepada publik minimnya akses informasi saat mereka menjalani tindakan represif. Konferensi pers pertama Khodorkovsky sendiri di Jerman dihadiri oleh ratusan wartawan dan disiarkan secara langsung oleh 2 saluran televisi yang berbasis di Moskow , 2 personel Pussy Riot juga berbicara dengan puluhan stasiun radio, surat kabar, dan media lainnya.

Jelas, semua itu merupakan sisa-sisa aura “buah terlarang,” yang tidak pernah terlalu menggoda untuk Rusia bahkan selama mereka tinggal di penjara. Pada kenyataannya, bahkan di penjara semua orang-orang ini terus memberikan wawancara kepada surat kabar yang berbasis di Moskow seperti Kommersant atau Vedomosti, serta publikasi asing seperti The New York Times. Dan Mikhail Khodorkovsky bahkan berhasil menulis buku di penjara.

Semua sebenarnya dapat dijelaskan dengan lebih mudah: saat tampil sebagai tokoh politik, semua orang ini memiliki beberapa alasan non-politik yang substansial untuk dimasukkan ke dalam penjara. Kepala Komite Luar Negeri di Duma, parlemen Rusia, Alexei Pushkov memiliki penjelasan berikut untuk menggambarkan kurangnya antusiasme masyarakat Rusia untuk tertarik kepada kalangan oposisi. Katanya:

“Saya tahu bahwa dari sudut pandang Inggris nasib Khodorkovsky menimbulkan pertanyaan dan penjatuhan pidana oleh pengadilan pada anggota Pussy Riot menimbulkan pertanyaan. Di Inggris ini dipandang sebagai penganiayaan politik, tetapi di Rusia menjadi lain. Mereka tahu bahwa ada sekelompok gadis-gadis (maksunya personel Pussy Riot) yang datang ke Katedral Ortodoks utama di Moskow di mana pemuka Gereja Ortodoks Rusia melayani  mereka dan di sana mereka memakai penutup kepala yang mirip dengan topi Ku Klux-Klan. Tampilan semacam itu dituduh tidak baik. Tampilan itu dianggap criminal karena menghina perasaan keagamaan. Itulah sebabnya banyak orang di Rusia menuntut para personel band itu supaya dipidana selama lima tahun atau empat tahun. Jadi, jika Anda memperhitungkan posisi opini publik Rusia, dalam benak mereka putusan pengadilan yang lalu sangat ringan.”

Baru-baru ini, pada program live di BBC World Service, mantan duta besar Inggris untuk Rusia Tony Brandon menolak mitos banyak tahanan politik di Rusia. Bahkan, terhadap fakta adanya orang yang sedang dihukum karena tindakan tertentu yang terhubung ke keyakinan politik, maka  orang misalnya akanmenyebutkan kerusuhan pelaku unjuk rasa dengan polisi di dekat Kremlin pada Mei 2012. Tapi situasi semacam itu tidak jauh berbeda di banyak negara. Di Inggris, misalnya, tahun 2013 adalah tahun ketika Trenton Oldfield, seorang warga Australia yang menggelar protes politiknya dengan berenang di sungai Thames selama Festival Perahu Oxbridge, ditendang keluar dari negara itu. Sebelum meninggalkan Inggris, Oldfield harus menghabiskan 6 bulan di penjara karena satu tuduhan: “mengganggu keamanan publik.” Jadi, kata Brandon, apakah penilaian media sudah tepat ketika menganalisis hukaman 6 bulan untuk Oldfield, dibandingkan dengan pidana kurang dari waktu itu bagi personel Pussy Riot karena menggelar aksi di depan Katedral Rusia, menari di depan altar yang kemudian dituduh menghina perasaan beragama di negara bekas komunis Soviet itu?

Dalam kasus Mikhail Khodorkovsky juga luar biasa. Setidak-tidaknya jika mengikuti liputan pers Barat dibuat pada tahun 2003. Hingga muncul perbedaan politik Khodorkovsky dengan Putin, Khodorkovsky digambarkan oleh pers Amerika sebagai”baron perampok”. Majalah Jerman Der Spiegel menyebut dia sebagai “seorang pencari keberuntungan dengan ruang kosong.” Ada banyak cerita investigasi di media Barat tentang cara Khodorkovsky menghindari membayar pajak tidak hanya untuk negara Rusia, tetapi juga utang kepada kreditur asing di Amerika Serikat. Semua penyelidikan ini berakhir tiba-tiba pada tahun 2003, ketika Khodorkovsky tiba-tiba diangkat  media menjadi “sekutu Nelson Mandela”, sebagai “hati nurani bangsa Rusia”, dan banyak julukan menakjubkan  lainnya.

Ya, Khodorkovsky dibiarkan menjalani pidana selama 10 tahun di penjara tanpa meminta maaf. Ya, dia adalah orang yang kuat. Tapi dia tentu bukan pahlawan dan orang-orang dari perusahaannya yang berakhir di penjara bukan menjadi tahanan politik, karena mereka tidak pernah membuat pernyataan politik dalam kehidupan mereka. Mereka hanya membantu Khodorkovsky menjadi orang terkaya di Rusia tahun 1990-an, sesaat setelah tumbangnya Uni Soviet. Khordokovsky, dalam benak orang Rusia kebanyakan, bukanlah sosokyang paling jujur ​​dan bukan figur paling manusiawi untuk orang-orang kaya dalam sejarah Rusia.

Kita belajar: di tengah gempuran arus informasi, fisik maupun nyata, kadang-kadang suatu fenomena dapat disajikan secara cepat. Ketika situasi muncul seperti itu, maka analisis mendalam terpinggirkan, diganti dengan komentar-komentar selebritas yang dangkal.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s