Kaidah Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Akta Notaris

Hukum dalam masyarakat berfungsi untuk mengatur segala dimensi kehidupan masyarakat yang senantiasa berhubungan secara timbal balik dengan gejala kemasyarakayan lainnya, termasuk bahasa. Peranan bahasa di dalam bidang hukum sangat penting. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Mahadi, di dalam bidang hukum, bahasa memegang peranan yang amat penting demi tercipta dan terlaksananya hukum di masayarakat. Hanyalah dengan bahasa, manusia dapat dan mampu memahami serta menegakkan dan mempertahankan hukum di dalam masyarakat.
Sejalan dengan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara seperti yang dinyatakan dalam Pasal 36 UUD 1945, semua produk hukum dan perundang-undangan di Indonesia wajib menggunakan bahasa Indonesia, yang dipertegas lagi di dalam UU No. 24 Tahun 2009. Demikian pula halnya dengan akta perjanjian oleh pihak-pihak yang berkontrak melalui notaris atau yang disebut akta notaris. Hanya saja, Bahasa Indonesia yang digunakan dalam akta notaris memiliki ciri khas atau karakteristik tersendiri yang tampak dalam komposisi, peristilahan, dan gaya pengungkapannya. Terlepas dari karakteristiknya, Bahasa Indonesia dalam akta notaris tetap terikat pada aturan atau kaidah yang berlaku dalam Bahasa Indonesia secara umum.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, hukum mengandung arti peraturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat, yang dikukuhkan oleh penguasa, pemerintah, atau otoritas.98 Hukum menurut Mahadi merupakan serangkaian peraturan yang bersifat memaksa yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan resmi yang berwajib, yang jika terjadi pelanggaran terhadap peraturan tersebut akan diambil tindakan berupa hukuman tertentu, yang bertujuan mengatur kehidupan dan tingkah laku manusia dalam masyarakat yang bersifat paksaan demi tercapainya masyarakat yang rukun, damai dan tertib.
Bahasa akta erat kaitannya dengan istilah hukum, hukum perdata, akta notaris, bahasa Indonesia, dan bahasa hukum. Akta Notaris terdiri atas dua kata yaitu akta dan notaris. Akta merupakan surat tanda bukti berisi pernyataan tentang peristiwa hukum yang dibuat menurut peraturan yang berlaku, disaksikan, dan disahkan oleh pejabat resmi. Notaris adalah orang yang mendapat kuasa dari pemerintah untuk megesahkan dan menyaksikan berbagai surat perjanjian, surat wasiat, dan sebagainya.
Jadi yang disebut akta notaris adalah surat tanda bukti yang berisi pernyataan, baik keterangan pengakuan, maupun keputusan tentang peristiwa hukum yang dibuat menurut peraturan yang berlaku, disaksikan, dan disahkan oleh notaris.102 Bahasa Hukum adalah, suatu corak penggunaan bahasa yang khas dalam dunia hukum baik dalam wujud karya ilmiah, perundang-undangan, surat-surat perkara, notaris, hakim, pengacara, jaksa, dan lain sebagainya. Dengan demikian Bahasa Indonesia yang digunakan dalam produk hukum lazim disebut bahasa hukum, demikian pula bahasa yang ada di dalam akta notaris.
Berdasarkan hasil penelitian, Penggunaan Kata dan Bahasa dalam akta notaris tetap menggunakan Bahasa Indonesia, akan tetapi bentuk struktur dan penulisannya tidak sesuai dengan struktur Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal tersebut tidak mempengaruhi substansi akta yang dimaksud dalam menentukan otentik atau tidaknya suatu akta, karena substansi yang menentukan keotentikan suatu akta tersebut diatur dengan aturan-aturan tertentu.
Ada sementara pandangan bahwa bahasa akta notaris tidak tepat dalam penggunaan bahasanya jika dilihat dari sudut pandang struktur Bahasa Indonesia yang baik dan benar, akan tetapi juga tidak dapat dipersalahkan dari sudut pandang Bahasa Hukum. Hal tersebut dikarenakan bahwa bahasa akta notaris mempunyai karakteristik tersendiri yang tidak dapat dipisahkan dengan ruang lingkup hukumnya, sehingga disebut dengan Bahasa Hukum. Hanya saja dalam penerapannya ada aturan-aturan yang menjadikan akta tersebut menjadi suatu akta otentik maupun dokumen resmi negara.
Berdasarkan kaidah penggunaan bahasa, akta notaris masih mengalami penyimpangan atau belum seluruhnya sesuai dengan kaidah penggunaan Bahasa Indonesia, baik dari ejaan Bahasa Indonesia, pemilihan kata, dan tata bahasa yang menyangkut pembentukan kata dan penyusunan kalimat.
Pasal 27 Undang-Undang No. 24 Tahun 2009, juga ditentukan bahwa Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam dokumen resmi Negara, yang dimaksud “dokumen resmi negara” adalah antara lain surat keputusan, surat berharga, ijazah, surat keterangan, surat identitas diri, akta jual beli, surat perjanjian, putusan pengadilan. Jadi dokumen negara juga meliputi akta yang dibuat notaris, yaitu akta jual beli,surat perjanjian dan berbagai akta lainnya. Hal ini juga ditentukan dalam Undang-Undang Janatan Notaris Tahun 2004 bahwa Akta Notaris adalah akta otentik yang dibuat oleh atau dihadapan notaris menurut bentuk dan tata cara yang ditetapkan undang-undang.
Penerapan penggunaan kata dan bahasa hukum dalam akta notaris menurut Sabaruddin Salam dalam pelaksanaannya yang harus menjadi perhatian notaris terlebih dahulu adalah dengan menelaah jenis-jenis akta yang akan dibuat, baik akta yang dibuat oleh/di hadapan notaris yaitu akta otentik/notaris, legalisasi, dan waarmerking. Terhadap akta yang memenuhi syarat sebagai akta otentik maka dapat dibuat akta notarisnya, tetapi apabila syarat suatu akta otentik/notaris tidak dapat terpenuhi maka dapat dilakukan dengan legalisasi yang mana notaris hanya bertanggung jawab terhadap tandatangan para pihak saja, dan terakhir adalah waarmerking dilakukan apabila syarat untuk menjadi akta otentik dan legalisasi tidak dapat terpenuhi maka dapat dilakukan waarmerking.
Di dalam suatu akta notaris, substansi yang paling utama dilihat berkaitan dengan kata dan bahasa adalah awal akta, komparisi, dan premisse akta. Ketiga bagian akta tersebut apabila salah dalam penulisannya, maka dapat menjadikan atau mempengaruhi keabsahan/keotentikan. Dengan kata lain substansi akta yang berkaitan dengan kata dan bahasa adalah awal akta, komparisi, dan premisse akta, hal ini sangat mempengaruhi sah/tidak sah suatu akta, dapat dibatalkan suatu akta, maupun suatu akta batal demi hukum.
Keterangan di atas menunjukkan bahwa penyusunan atau pembuatan akta notaris tidak terlepas dari adanya berbagai unsur bahasa hukum yang menjamin keotentikan suatu akta. Namun dalam pelaksanaannya kekurangsempurnaan di dalam penggunaan kata dan bahasa hukum, yang tercermin dalam penulisan dokumen-dokumen hukum yang dibuat notaris membuktikan bahwa bahasa hukum yang digunakan belum sepenuhnya sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dan ada yang tidak sesuai dengan aturan-aturan, konsepsi-konsepsi, ukuran yang telah ditetapkan termasuk sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal 31 Undang-undang No. 24 Tahun 2009.
Kondisi ini menunjukkan bahwa bahasa hukum sebagai sarana komunikasi di bidang hukum yang merupakan bahasa Indonesia di dalam dokumen-dokumen hukum, sulit dipahami oleh masyarakat awam sehingga pemakaian bahasa Indonesia dalam bidang hukum masih perlu disempurnakan sehingga istilah asing (Belanda atau Inggris) yang kurang dipahami maknanya dan belum konsisten, diksinya belum tepat, kalimatnya panjang dan berbelit-belit dapat diminimalisir atau dikurangi.
Pada kenyataannya baik pihak notaris maupun klien sebagian besar tidak sepenuhnya memahami mengenai kewajiban penggunaan kata dan bahasa hukum dalam akta notaris. Hal ini disebabkan karena mengenai penggunaan kata dan bahasa hukum tidak ada pengaturannya secara khusus dalam Undang-undang Jabatan Notaris (UUJN). UUJN hanya mengatur mengenai bentuk akta notaris, serta subjek notaris sebagai pejabat yang berwenang membuat akta otentik, kewenangan, hak dan kewajiban notaris. Sedangkan mengenai penggunaan kata dan bahasa dalam praktik lebih didasarkan atas permintaan masyarakat penghadap atau klien yang membutuhkan jasa notaris.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s