DIMSUM: CERPEN BERBAHASA RINGAN

Satu lagi kumpulan cerpen – cerpen menarik karya penulis – penulis berbakat Indonesia, Adhitya Mulya, Andi F. Yahya, Okke ‘Sepatumerah’, Rizki Pandu Permana, S.A.Z. Al – Fansyour, dan Veronika Kusuma Wijayanti. Ada 16 cerpen yang mengusung berbagai tema yang unik, lucu, mengharukan, dan sangat mendalam. Salah satunya yang membuat saya sangat tertarik untuk membacanya adalah Dimsum karya Adhitya Mulya. Adhit membawakan cerpen ini dengan bahasa yang sangat ringan, bahasa sehari –hari yang sering kita gunakan. Tema cerita yang diangkat pun demikian, tentang percintaan, perjuangan seseorang terhadap orang yang sangat dicintainya.

                Diceritakan dalam cerpen ini adalah Ule, seorang pemuda yang sangat mencintai kekasihnya, Guti. Guti memiliki kekaguman yang amat sangat berlebihan terhadap bintang film yang tengah naik daun, Dimas Sumitro. Setiap ada Dimas Sumitro di TV, Guti selalu setia menonton, meskipun hanya iklan .berdurasi singkat. Sering Ule menjadi korban saat antena TV bergeser sehingga wajah tampan Dimas tidak dapat dilihat jelas oleh Guti. Ule pun membanding – bandingkan dirinya dengan Dimas Sumitro, ternyata memang sangat jauh perbedaannya antara dia dan Dimas. Ule mulai muak dengan bintang film tampan berlogat medok tersebut. Ia lalu menjulukinya Dimsum.

                Hari Valentine sudah dekat, Ule memutar otak untuk memberikan sebuah kado spesial pada Guti. Ia lalu menemukan sebuah ide cemerlang, yang ia pikir pasti akan membuat Guti senang. Ule ingin membuat sebuah acara makan malam spesial Guti dan Dimsum. Meskipun ia tahu pasti sakit rasanya melihat orang yang disayanginya makan malam berdua dengan pria lain, Ule berniat untuk memuaskan rasa penasaran Guti pada Dimsum dengan harapan setelah itu Guti akan bosan dengan Dimsum dan dapat menjalani hubungannya dengan Ule layaknya pasangan normal lainnya.

                Ule memulai usahanya dengan mencari tahu nomor HP Dimsum. Berbagai cara ia lakukan, mulai dari meminjam VCD film – film yang pernah dibintangi Dimsum untuk mencari tahu rumah produksinya, menghubungi TU kampus Dimsum, hingga terpaksa memberikan jam pemberian Guti sebagai ongkos kepada supir bus setelah berkali – kali ditodong oleh anak STM.  Namun nomor kontak Dimsum tak juga didapat. Beruntung ia melihat sebuah mobil jaguar yang ternyata di dalamnya adalah Dimsum! Tak ingin membuang kesempatan, ia langsung menghampiri mobil Dimsum. Tapi sial, si bintang tampan bintang tampan berlogat medok itu ternyata sangat angkuh saat diajak berbicara. To the point Dimsum menolak usulan Ule. Ule terdiam. Dalam perjalanan pulang ia merenungkan ulahnya. Mendengar cerita Ule, Guti terbelalak. Guti heran mengapa Ule bisa melakukan semua itu, padahal menurut Guti meskipun ia sangat mengagumi Dimsum, tidak harus sampai bertemu makan malam dengannya. Ule lah yang kado spesial Guti di hari Valentine.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s