Aku Tanpamu, Sebuah Kisah yang Mengharu biru

Membaca judul novel ini mau tak mau saya jadi teringat dengan lirik lagu sebuah band Indonesia itu. Dari judulnya, kita tentu dapat menebak bahwa novel ini bercerita tentang cinta. Sebuah cinta yang berliku dan tidak selalu terasa indah.

Adalah Saskia, gadis yang terpaksa menumpang di rumah pamannya sepeninggal sang ayah. Kehidupan yang tak mudah pun harus iaj alani. Ia sering mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari bibi dan sepupuyang seusia dengannya, Alena. Hidup Saskia terasa mulai cerah ketika Davian hadir menemani hari-harinya. Namun, Alena berusaha untuk merebut Davian dari Saskia.

Saskia lantas dijodohkan dengan Zidan, laki-laki yang kemudian khilaf menodai kehormatan dirinya. Terbakar emosi oleh perlakuan Zidan itu, Davian datang membawa pistol untuk memberi pelajaran pada Zidan. Namun sayang, dalam perkelahian mereka, pistol tersebut meletus ke arah teman Zidan. Sebab hal itu, Davian pun harus mendekam di dalam penjara.

Hari-hari Saskia kemudian menjadi terasa demikian terpuruk. Pamannya yang melihat hal tersebut, meminta Saskia untuk berlibur ke Hongkong. Di sanalah ia kembali bertemu dengan Rafael yang dengan kelembutannya, membantu Saskia untuk melewati masa-masa sulit dalam hidupnya.

Kisah cinta yang dilematis kemudian dijalani Saskia. Akankah ia kembali pada Davian? Ataukah ia akan lebih memilih sosok pria tampan berhati malaikat seperti Rafael?

Meski kisah cinta serupa rasanya sering kita jumpai, Rudy Efendy agaknya mampu mengemas kisah ini menjadi terasa berbeda. Dengan diksi yang terasa mengalir dan seting luar negeri, yaitu Hongkong, dapat menambah kesan tersendiri untuk novel bersampul warna biru yang manis ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s