Blissfully Yours: Ketika Hutan Menyediakan Persoalan Kemanusiaan

Filem Blissfully Yours (2002) karya Apichatpong Weerasethakul  diterjemahkan menjadi Bahagia Bersamamu.

Berkisah tentang Min, seorang imigran gelap asal Myanmar di Thailand. Di awal cerita digambarkan Min mengalami penyakit bintik-bintik merah (ruam) yang cukup misterius. Pengobatan dokter tidak membantu penyembuhannya. Min tidak berani bicara sekalipun dengan dokter, karena logat Myanmar-nya yang tentu akan menunjukkan dia sebagai imigran gelap. Ia pun tidak bisa mendapatkan surat keterangan bukti sehat dari dokter, karena tidak memiliki kartu tanda penduduk. Min memiliki kekasih bernama Roong, seorang pekerja pabrik cendera mata patung keramik. Selain kekasih, ia juga memiliki kerabat bernama Orn, seorang wanita setengah baya yang mengalami kesepian dalam pernikahannya.

Suatu ketika Roong bolos bekerja dan Min mengajaknya pergi ke hutan, tempat rahasianya dengan pemandangan yang menakjubkan. Orn yang kesepian ternyata juga memadu kasih di hutan yang sama. Ia memadu kasih dengan Tommy, rekan kerja suaminya.

Saat asik memadu kasih, sepeda motor Tommy hilang dicuri dan ia pun mengejar si pencuri. Orn ditinggal sendirian di hutan. Ia pun berjalan-jalan di hutan. Secara tidak sengaja bertemu dengan Roong dan Min yang sedang memadu kasih. Tiga tokoh ini pun berkumpul di tepian sungai. Di sinilah hadir pergulatan batin para tokoh dengan pertanyaan tentang batas-batas eksistensinya.

Pada Blissfully Yours, penggambaran peristiwa-peristiwa di hutan adalah semacam ‘ruang ketiga’ bagi Min. Karena dalam ruang ini ia dapat mengekspresikan segala bentuk kebebasan dalam identitasnya. Dalam hal ini hutan menjadi bentuk liminalitas, yang dalam pengertian psikologis sebagai indikasi ‘ambang batas’ dari apa-apa yang ada dalam diri tokoh.

Dalam konteks ini, latar belakang Min sebagai imigran gelap terbatasi ketika berada di kota. Di hutan, Min bisa mengekspresikan segala perasaannya melalui hubungannya dengan Roong yang merupakan penduduk asli Thailand.

Hutan sebagai sebuah liminalitas yang menjadi ruang ‘di-antara’ (in-between) dalam istilah Homi Bhabha. Dapat juga dilihat sebagai ‘ruang ambang batas’ di mana terjadi proses perubahan identitas Min. Adegan-adegan di hutan memperlihatkan Min menjadi pribadi yang bisa berbicara dan berekspresi. Sebelumnya, ketika Min berada di dalam ruang perkotaan, ia hanya diam dan menurut saja apa yang diucapkan oleh Roong dan Orn. 

“Hutan” dalam Blissfully Yours bukanlah sesuatu yang bersifat eksotis. Realisme hutan Apichatpong merupakan strategi bahasa visual dalam membicarakan ruang-batas-antara dalam pencarian dan penegasan identitas.

Hutan bukan sesuatu yang gelap apalagi menakutkan, bahkan bisa menjadi ruang domestik dalam pergulatan eksistensial. Ia menjadi semacam taman tempat dilepaskannya segala identitas yang mapan menuju sebuah identitas yang berada dalam tegangan.

Hutan dalam bahasa visual Apichatpong menjadi sesuatu yang kontemporer bagi perbincangan mengenai perbatasan-perbatasan eksistensial. Hutan tidak lagi bersifat geografis, namun sebagai sebuah pengertian demarkasi dari yang liyan.

Dalam filem ini, hutan menjadi kritik terhadap konvensi atau etika sosial kota. Bagi Apitchatpong, alam menyediakan persoalan kemanusiaan yang menempatkan manusia pada posisi mereka sendiri dalam keadaan ketidakberdosaan dan kemurnian, alam menjadi yang ideal dan domestik. Hutan juga menunjukkan karakter dan sebagai panggung narasi. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s