Pinjaman IMF dan Ekonomi Pakistan

Dana Moneter Internasional (IMF) pada awal September 2013 menyetujui bantuan sebesar US $ 6,6 miliar untuk kekurangan anggaran Pakistan dalam sebuah langkah untuk mencegah krisis neraca pembayaran. Pinjaman untuk 3 tahun itu disahkan oleh dewan eksekutif IMF di Washington, Pakistan akan segera menerima $ 540 juta dari keseluuran nilai pinjaman itu, sedangkan sisanya akan dicairkan setelah pengkajian program secara triwulanan. Jumlah keseluruhan pinjaman yang disetujui pada Juli 2013 itu senilai $ 530 juta, tapi tetap saja jauh dari harapan Pakistan yang mengendaki pinjaman $ 720 juta.
”Meskipun ada tantangan yang dihadapi, Pakistan adalah negara dengan potensi berlimpah, mengingat lokasi geografis dan kaya sumber daya alam dan manusia,” kata IMF dalam sebuah pernyataan. ” Program pemerintah diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi, mencegah krisis neraca pembayaran, dan membangun kembali cadangan, mengurangi defisit fiskal, dan melakukan reformasi struktural yang komprehensif untuk meningkatkan investasi dan pertumbuhan.” IMF juga mengatakan bahwa pihaknya berharap persetujuan pinjaman akan mendorong donor internasional lainnya untuk memberikan pinjaman kepada Pakistan.
Pada bulan Agustus, bank sentral negara itu hanya mempunyai cadangan devisa sekitar $ 5 milyar dan hanya cukup untuk menutupi tagihan impor selama satu bulan.
Perjanjian dengan IMF disepakati setelah Nawaz Sharif mengambil alih sebagai perdana menteri pada bulan Juni lalu melalui pemilihan umum, menggantikan Raja Pervaiz Ashraf, yang, dengan pendahulunya Syed Yousuf Raza Gillani dianggap telah melibatkan mereka pada pelaksanaan reformasi terkait dengan pinjaman talangan IMF pada tahun 2008.
Dewan IMF menyetujui pinjaman terbaru setelah pemerintah menyelesaikan semua tindakan sebagai syarat memperoleh pinjaman segar. Tindakan tersebut termasuk pengenaan pajak dan penarikan pembebasan pajak, peningkatan tarif listrik dan gas, penghapusan subsidi tarif listrik dan privatisasi atau restrukturisasi perusahaan sektor publik. Pada bulan Juli dan Agustus, pemerintah telah menagih kepada 21.000 non-pembayar pajak, menyetujui penarikan subsidi listrik, sedangkan provinsi telah menunjukkan kesediaan untuk membantu mengurangi defisit fiskal secara keseluruhan dan telah membentuk sebuah komite untuk menarik pembebasan pajak.
Jika pelaksanaan kebijakan fiskal dan moneter menemui kebuntuan oleh pemerintah baru di bawah program IMF, maka bisa mengganggu prospek pertumbuhan, menurut sebuah laporan yang diterbitkan dalam The Express Tribune.
Bank sentral kemungkinan akan menaikkan tingkat suku bunga, sementara pemerintah kemungkinan akan mengumumkan rencana untuk merestrukturisasi 65 BUMN. Restrukturisasi 30 perusahaan akan diumumkan sebelum akhir September dan selesai sebelum akhir Desember, di mana pemerintah meyakinkan IMF bahwa perusahaan berkinerja buruk akan ditutup.
Keberhasilan pelaksanaan syarat-syarat ini cenderung membuat Islamabad berhak atas pinjaman tahap kedua dan ketiga selanjutnya dari IMF dan mendukung reformasi struktural penting dalam perekonomian. Pada tahun 2008, negara ini memperoleh pinjaman $ 11 miliar dari IMF untuk mencegah krisis neraca pembayaran. Program ini dihentikan dua tahun lalu setelah negara itu memenuhi target ekonomi dan reformasi yang dituntut oleh IMF dan sebanyak $ 4 miliar utang tetap diserahterimakan. Kali ini, Pakistan memperoleh dana melalui Extended Fund Facility (EFF), yang diberikan oleh IMF untuk membantu negara yang menghadapi masalah neraca pembayaran yang serius karena kelemahan struktural yang membutuhkan waktu untuk mengatasinya. Pinjaman EFF dilunasi dalam jangka waktu maksimal 10 tahun.
Pinjaman segar akan digunakan untuk membayar kembali pinjaman sebelumnya kepada IMF. Sebagai contoh, negara diharapkan untuk menerima $ 220 juta dari IMF selama tahun fiskal yang akan berakhir pada Juni 2014, sementara di saat yang sama harus membayar lebih dari $ 3 miliar IMF.
Para pengamat mengkritik bahwa pemerintahan yang sekarang dipimpin oleh Perdana Menteri Nawaz Sharif mengikuti jejak Pakistan People Party yang memperoleh pinjaman luar negeri sebesar lebih dari $ 145,5 juta.
Menteri Keuangan Ishaq Dar berharap untuk memperoleh $ 120 miliar dari kreditur asing selama 3 tahun ke depan. Pada tahun fiskal saat ini, negara diperkirakan akan menerima $ 1,5 miliar dari Bank Dunia; $ 1 milyar dari Bank Pembangunan Asia dan 750 juta euro (US $ 990 juta) dari Islamic Development Bank. Beberapa analis di negara itu sudah menilai bahwa persetujuan kelancaran program IMF terbaru berhubungan dengan penarikan dukungan AS terhadap Afghanistan.
”Pasukan AS akan kembali dengan korban lebih sedikit daripada ketakutan saat ini. Kita tidak bisa berharap untuk pertemuan lebih sempurna dari kepentingan seluruh stakeholder potensial,” demikian ditulis oleh mantan Gubernur Bank Sentral Pakistan Shahid Kardar dalam sebuah artikel di Pakistan Herald 3 September yang lalu. Sebelumnya, Dar mengatakan pinjaman segar akan melindungi pemerintah terhadap kewajiban utang internasional selama 3 tahun dan mengklaim bahwa mereka tidak akan meningkatkan stok utang secara keseluruhan. Menteri menunjukkan rencananya untuk meluncurkan obligasi negara untuk mengumpulkan uang demi proyek-proyek pembangunan besar.
Pengamat mengkritik bahwa pinjaman segar akan menambah beban negara utang luar negeri. Utang valas Pakistan dalam dolar mencapai $ 491 miliar per Maret 2013, menurut Survei Ekonomi Pakistan. Rasio utang terhadap produk domestik bruto negara itu sudah melewati 63%, yang jauh di atas batas diperbolehkan senesar 60% dari PDB. Perekonomian Pakistan hanya tumbuh 3,6% pada tahun fiskal yang berakhir pada bulan Juni 2013, lebih rendah dari target sebesar 4,3%. Defisit anggaran, di 183,5 miliar rupee (US $ 27 milyar), yang berarti 8% dari PDB terhadap target 4,7% untuk tahun fiskal. Tindakan pemerintahan baru yang memotong defisit fiskal, oleh lembaga pemeringkat S & P diproyeksikan bahwa rasio utang pemerintah terhadap PDB menurun menjadi 54% pada akhir tahun fiskal sampai Juni 2016 dari estimasi 58% pada Juni 2014 . Ini memproyeksikan beban bunga atas utang ini yang cenderung menurun sampai 30% dari pendapatan pemerintah secara umum rata-rata selama tahun fiskal 2014-2016 dari 34% di tahun fiskal 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s