Penghindaran Pajak Global dan Kemunafikan G-8

Minggu ini, Perdana Menteri Inggris David Cameron akan memimpin KTT G8 yang dilaksanakan di Lough Erne, Irlandia Utara  mulai besok (16/6).  Sudah 8 tahun berlalu sejak Inggris terakhir kali menghadiri pertemuan ini dan banyak yang telah berubah. Ketika David Cameron mengumpulkan para pemimpin anggota G-8 untuk melakukan “foto keluarga”, akan berisi wajah-wajah baru,kecuali Presiden Rusia, Vladimir Putin yang masih bertahan. Keadaan ekonomi dunia secara dramatis telah berubah. Pada tahun 2005, saat KTT dilaksanakan di Gleneagles, Skotlandia, dunia sedang mendekati puncak pertumbuhan besar. Hari ini, para pemimpin G8 bergulat dengan konsekuensi dari kebijakan besar yang diikuti. Tetapi terdapat beberapa hal penting yang tidak berubah sama sekali. Salah satunya adalah bagaimana menghadapi perusahaan-perusahaan transnasional yang berperilaku seolah-olah mereka lebih kuat dari negara dan sengaja menolak untuk memenuhi kewajiban mereka kepada seluruh masyarakat.

Dalam persiapan ke pertemuan tersebut, Cameron telah mengidentifikasi penghindaran pajak global sebagai salah satu prioritas utama. Kemarin,  Cameron telah mengatakan kepada Patrick Wintour dan Nick Watt dari Guardian bahwa ia akan mengakhiri era “perusahaan rahasia di lokasi rahasia”. Motifnya mungkin memprovokasi kita untuk sinis. Contoh-contoh terbaru dari penghindaran pajak oleh nama-nama besar seperti Amazon dan Vodafone yang menghasilkan kemarahan publik.  Para  penasihat Cameron telah menyajikan pandangan bahwa bahwa fokus pada masalah ini memiliki beberapa potensi untuk menghindarkan diri terhadap tuduhan bahwa ia memimpin partai orang kaya untuk orang kaya.

Tetapi apa pun motifnya, Cameron tidak salah untuk mengidentifikasi penghindaran pajak perusahaan sebagai salah satu penyakit yang paling buruk atas kapitalisme modern. Sebagaimana dikatakan oleh ekonom pemenang Nobel, Joseph Stiglitz, globalisasi telah memberikan perusahaan multinasional “kapasitas  “manusia plastik” di mana-mana pada saat yang sama”. Mereka ada dimana-mana ketika datang untuk menjual barang dan jasa mereka, mereka pergi begitu saja ketika ada kewajiban untuk membayar pajak atas keuntungan mereka.

Pada hakekatnya, penghindaran pajak hanya dapat diperkirakan, tapi prakiraan yang masuk akal  telah mengurai kerugian perbuatan ini mencapai hitungan triliun. Kerugian itu telah  membuat penipuan kesejahteraan terlihat sepele. Jika ada kelompok yang paling layak untuk memperoleh cap “manfaat pengemis” tersebut, tentunyaadalah perusahaan-perusahaan parasit. Mereka mengandalkan semua keuntungan yang berasal dari  kerja dalam masyarakat beradab: kesempatan untuk membuat keuntungan bagi investor, aturan hukum untuk melindungi bisnis, pengadilan untuk menyelesaikan sengketa komersial , jalan dan kereta api yang membawa pelanggan , polisi dan pemadam kebakaran yang akan datang untuk menyelamatkan mereka dalam keadaan darurat, sekolah-sekolah dan universitas yang telah mendidik karyawan mereka, dan pelayanan kesehatan yang memperlakukan staf mereka ketika mereka sakit. Namun mereka menolak menjadi bagian dari masyarakat  mengenai cara bagaimana memperoleh semua manfaat tersebut. Saat ditegur, orang-orang seperti Eric Schmidt, bos Google, sambil tertawa berujar bahwa itu kesalahan kita sendiri untuk menetapkan aturan dengan cara yang membiarkan perusahaan-perusahaan itu lolos begitu saja.

Penghalang lain untuk  menghasilkan tindakan yang berarti adalahhampir semua negara yang  diwakili oleh G8 bersifat munafik pada penghindaran pajak tersebut. Semua anggota G8 merupakan “lingkaran penting” di sekeliling negara yang dikenal sebagai kawasan “taz heaven.”  Luksemburg adalah anggota dari Uni Eropa. Monaco di bawah perlindungan Perancis. Amerika memiliki kawasan bebas pajak di Negara Bagian Nevada, Wyoming dan Delaware (kampung halaman Joe Biden, Wakil Presiden AS). Di bawah pemerintahan Tony Bliar, London menjadi surga pajak bagi banyak milyarder di dunia dan tetap begitu hingga sekarang. Jangan lupa, kira-kira 1 negara dari setiap 5 negara yang menjadi surge perpajakan adalah negara yang memiliki ketergantungan dengan Inggris. Bagaimana Cameron akan lantang berbicara mengenai penghindaran pajak global tersebut ketika situasi dalam rumah tangganya sarat dengan banyak kepentingan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s