Kopeng:Tempat Peristirahatan Kolonial

Kopeng sebagai salah satu tempat tujuan wisata dan peristirahatan telah dikenal sejak awal abad 20. Suhu udaranya yang sejuk serta keasrian pemandangan menarik minat sejumlah warga Belanda kaya untuk membangun vila atau tempat- tempat peristirahatan di daerah yang berada di kaki Gunung Merbabu ini.

Sejumlah literatur menyebutkan, berkembangnya Kopeng sebagai daerah wisata dan tetirah berawal dari pembangunan vila yang dilakukan seorang berkebangsaan Belanda bernama Booh Ma De Boor pada 1922. Bangunan ini digunakan sebagai tempat peristirahatan diberinya nama NV Huize Deneen Bosch.

Tempat peristirahatan di atas lahan seluas kurang lebih tiga hektare tersebut hanya diperuntukkan bagi orang Belanda atau warga yang dianggap sederajat dengan mereka.

Tak hanya sebagai tempat peristirahatan, orang-orang Belanda tempo dulu juga kerap menyusuri pelosok desa dengan berkuda menikmati keindahan suasana desa.

Foto Rekreasi

Hal itu terlihat dari sejumlah foto-foto koleksi Tropenmuseum tentang aktivitas rekreasi orangorang Belanda selama rentang 1910-1930.

Selain berkuda, tak sedikit orang-orang Belanda yang medaki Gunung Merbabu. Rekreasi jenis ini biasanya dilakukan oleh mereka yang masih berusia muda dan para peneliti. Hingga sekitar 1950, masih banyak warga Belanda yang datang menginap di tempat-tempat peristirahatan di Kopeng. Sebagian besar adalah warga Belanda yang tinggal menetap di Jakarta.

Karena itu, tak heran jika Kopeng sangat dikenal luas di kalangan pembesar ibu kota. Sebagai tempat peristirahatan kelas atas, tak sedikit vila yang dibangun dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung lain. Kenyamanan pengunjung saat itu benar-benar mendapat perhatian.

Selain tempat tidur yang nyaman, sejumlah vila dilengkapi dengan kolam renang, aula, kafe, taman, arena bermain untuk anak, restoran, ruang pertemuan, hingga lapangan tenis dan meja biliar.

Hingga saat ini, beberapa vila peninggalan era kolonial dengan sejumlah fasilitas mewah tersebut masih dapat ditemui. Hanya saja, beberapa di antaranya terlihat kusam dan butuh perawatan. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s