India: Tradisi Keluarga dan Penduduk Usia Lanjut

Memasuki dasawarsa sekarang, penduduk di berbagai belahan dunia tengah mengalami proses penuaan secara cepat. Perkiraan resmi menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia lanjut (usia di atas 65 tahun), mulai meningkat pesat dari 296 juta jiwa (1980) menjadi 403 juta jiwa (2000) dan akan meningkat lagi menjadi 649 juta (2020).

Laporan sensus penduduk di India mengatakan bahwa jumlah penduduk India meningkat sebanyak 181 juta jiwa dalam 10 tahun terakhir. Peningkatan itu mencapai hampir 18% sejak sensus yang diadakan tahun 2001. Perbandingan jenis kelaman untuk anak-anak di tahun 2011 adalah 914 perempuan untuk setiap 1.000 anak laki-laki, terendah sejak India meraih kemerdekaan dari Inggris (1947). Sensus juga mengungkapkan jumlah orang yang melek huruf di India naik lebih dari 9%. Uttar Pradesh merupakan negara bagian dengan jumlah penduduk paling banyak, yaitu 199 juta jiwa.

Suatu data yang menarik adalah jumlah penduduk usia lanjut di India yang beranjak dari 77 juta jiwa pada 2000 dan diprakirakan menjadi 141 juta jiwa dalam tahun 2020. Padahal untuk tahun 2010 saja, jumlah penduduk usia lanjut sudah mencapai lebih dari 59 juta jiwa atau sekitar 5% dari jumlah seluruh penduduk India. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31,9 juta jiwa adalah perempuan dan sebanyak 28 juta adalah laki-laki.  Usia harapan hidup pada tahun 2001 berkisar 60-70 tahun. India adalah negara dengan penduduk usia lanjut paling banyak kedua setelah Cina. Hampir 4/5nya tinggal di kawasan perkotaan dengan perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendefinisikan suatu negara “dipenuhi” penduduk usia lanjut apabila sekurang-kurangnya 7% proporsinya didominasi oleh mereka yang berusia lebih dari 60 tahun. India sudah melampau batas minimum ini, karena pada tahun 2010, sebanyak 7,6% penduduknya berusia di atas 60 tahun dan diprakirakan akan menjadi 12,6% di tahun 2025.

Tradisi India yang teguh memegang bergabungnya keluarga batih, tingkat kemiskinan yang tinggi, pengaruh kemakmuran di sisi lain, migrasi urban, dan bertampahnya angkatan kerja perempouan, telah memberikan kontribusi terhadap tumbuhnya keluarga inti dan ini menyebabkan pengabaian dan penelantaran kalangan usia lanjut yang mempengaruhi ketentuan pemerintah sehubungan dengan jaminan sosial mereka. Pada bulan November 2007, terjadi peningkatan skema jaminan pensiun untuk mereka yang telah berusia 65 tahun atau lebih dan pembiayaan bagi mereka yang tinggal dalam keluarga miskin, di mana pemerintah menyediakan sebanyak 200 rupee tiap bulan dan pemerintah negara bagian sebanyak 200 rupee tiap bulan. Sebelumnya, pada tahun 1995, Dana Pensiun Nasional telah menetapkan bahwa mereka yang berusia 65 tahun atau lebih menerima 75 rupee tiap bulan dari pemerintah maupun pemerintah negara bagian.

Kalangan lanjut usia yang bertempat tinggal di kawasan perkotaan tentu lebih menyadari mengenai ketersediaan aturan terhadap kesejahteraan mereka dan kondisi umum pelayanan publik di India sungguh mengetahuinya. Sebagai hasilnya, kebanyakan mereka yang berusia di atas 60 tahun masih tetap aktif menjalankan kegiatan ekonomi dalam bidang yang sama atau profesi yang lain. Hampir 90% diantaranya bekerja di sektor informal, tetapi jangkauan dana pensiun hanya cukup tersedia untuk 10% sektor yang telah ditetapkan seelumnya. Lebih dari 75% kalangan lanjut usia yang menetap di kawasan miskin tidak memiliki akses terhadap layanan kesehatan dan seringkali dilaksanakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan model layanan keliling.

Di negara bagian Kerala, di mana jaminan sosial terhadap kalangan lanjut usia paling bagus dibandingkan dengan negara bagian yang lain, mempunyai jumlah penduduk usia lanjut yang paling banyak. Pada tahun 2004 skema dana pensiun diperkenalkan di India dan diarahkan untuk semua kalangan penduduk mulai tahun 2009. Hanya sedikit rumah sakit yang mempunyai layanan spesialis geriatrik. Dengan demikian, bertentangan dengan tradisi di India yang begitu menghormati sesepuh, kalangan lanjut usia di sana memperoleh pembiayaan yang rendah. Sebagian besar pemerintah negara berkembang seperti India memang masih berkutat dengan persoalan-persoalan seputar penduduk usia muda, seperti ketenagakerjaan, pendidikan, dan kesehatan anak. Fokus kebijakan seperti ini memang dimaklumi, mengingat struktur penduduk negara berkembang masih didominasi oleh golongan usia muda. Selain itu, pemerintah di negara berkembang masih bertumpu kepada kepercayaan bahwa nilai-nilai lama tentang pola hubungan keluarga bahwa orang tua menjadi tanggung jawab anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s