Film dan Drama, Penghubung Diplomatik Iran-Korea Selatan

Film dan drama adalah dua hal penting dalam industri kreatif. Industri kreatif tidak hanya menciptakan lapangan kerja, menghasilkan manfaat ekonomi, meningkatkan kinerja ekonomi dan menghilangkan kemiskinan, tapi menghasilkan konten dengan makna sosial dan budaya dan berkontribusi terhadap pembangunan sosial-ekonomi. Industri kreatif menjadi sumber penting bagi identitas budaya individu dan masyarakat (UNESCO). Menurut sebagian pakar, kreativitas manusia adalah sumber ekonomi utama, dan industri pada abad ke-21 akan semakin tergantung pada pengetahuan melalui kreativitas dan inovasi.
Untuk beberapa dekade, berdasarkan alasan-alasan yang disebutkan di atas, banyak negara maju termasuk Korea Selatan mempersiapkan kebijakan budaya dan riset. Pada 1990-an, pemerintah Korea melalui kebijakan pembangunan budayamengambil langkah-langkah yang signifikan untuk industri kreatif, khususnya di bidang musik, film dan drama seri TV, tumbuh luar biasa. Ada permintaan yang baik untuk produk ini tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga di pasar internasional. Drama Korea sangat populer di Asia, Timur Tengah dan Amerika Latin. Banyak diantaranya telah sepenuhnya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Saluran TV satelit, TV kabel, media Internet seperti Facebook dan YouTube, dan penjual DVD telah memainkan peran kunci untuk membuat drama Korea lebih populer di seluruh dunia. Drama ini telah memberikan kontribusi terhadap fenomena umum gelombang Korea dan “demam drama” di beberapa negara. Istilah ini diciptakan pada pertengahan 1999 oleh wartawan Beijing yang terkejut melihat cepat pertumbuhan popularitas hiburan dan budaya Korea di Cina. Hal serupa dialami oleh Iran. Pasar dan masyarakat telah sangat dipengaruhi oleh demam serupa.
Perekonomian Iran adalah terbesar kedua di Timur Tengah dan Afrika Utara. Iran merupakan pasar yang menarik bagi banyak produsen. Dengan pendidikan dan tingkat melek huruf yang tinggi, sejumlah besar konsumen budaya seperti film dan serial televisi mengaksesnya melalui sejumlah stasiun televisi dengan program siaran 24 jam. Produsen seni dan budaya Iran serta perusahaan barat dan timur yang berbeda saling bersaing untuk menjual film dan serial televisi produksi mereka di pasar Iran. Korea datang terlambat di pasar ini (saluran TV dan jaringan distribusi) namun kehadiran mereka kemudian menjadi kuat.
Kebijakan penyiaran dan kriteria pada serial TV dan film asing di Iran dikontrol secara ketat menurut standarisasi moral. Berdasarkan ketentuan ini, isi dan gambar dari film-film keluarga dan serial TV harus mengandung muatan moral yang baik (non-seks, tidak mempertontonkan aurta, dan antikekerasan). Jelas, industri film dunia memproduksi film dan drama seri yang tidak sesuai dengan kebijakan penyiaran Iran, tetapi menurut tuntutan pasar global. Jadi jenis film semacam itu tidak bisa ditayangkan di TV Iran. Namun, ini tidak berarti bahwa televisi Iran tidak menyiarkan film seri asing yang terkenal di dunia. China, Jepang dan Korea Selatan merupakan negara-negara yang menyediakan film moral dan etika dan seri drama yang tidak hanya kompatibel dengan kriteria sistem penyiaran Iran tetapi juga cocok untuk selera penonton Iran. Drama TV berjudul ‘Jumong’ memenuhi komitmen itu dan selama beberapa bulan pers Iran mencetak figur foto Jumong di halaman sampul mereka.
Banyak penggemar ‘Jumong’ dengan cincin bunga di tangan berkumpul di depan gedung pertemuan lembaga penyiaran publik menunggu untuk melihat aktor favorit mereka selama kunjungannya ke Iran. Menurut beberapa surat kabar, seorang pria telah pergi ke kantor pendaftaran untuk meminta petugas mengubah namanya menjadi Jumong, dan pria lain bunuh diri karena Susanoo!
Produk budaya dan kreatif melalui pengaruh yang kuat membuat tuntutan baru atas mana produsen menghasilkan produk lain dan mengirim ke pasar. Kadang-kadang produsen mencoba untuk memanfaatkan peluang dan memanfaatkan suasana yang dibuat oleh produk kreatif. Sebagai contoh, menurut Raja News, dampak dari serial TV Asia begitu tinggi sehingga beberapa produsen Iran (terutama pengusaha tekstil dan produsen alat tulis) menggunakan gambar aktor dari seri pada produk mereka untuk menjual atau menghiasi buku sekolah anak-anak Iran dan juga notebook dengan stiker dari aktor-aktor seri ini.
Bahkan, perluasan hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang termasuk bidang budaya dalam beberapa dekade terakhir ini disebabkan oleh kesamaan budaya, hubungan baik, opini publik yang positif terhadap Korea. Korea merupakan mitra dagang terbesar keempat bagi Iran. Tetapi kabar bahwa Korea adalah salah satu negara yang berpartisipasi dalam sanksi terhadap Iran dapat mempengaruhi opini publik Iran dan hubungan bilateral antara Iran dan Korea. Sebagai contoh, Samsung telah mengirim pesan kepada semua pelanggan Iran bahwa pihaknya akan menghentikan layanan mobile di negara ini, sementara perusahaan Apple Amerika belum mengumumkan apa pun. Menanggapi pengumuman ini, pelanggan telah menulis bahwa “Samsung tidak menghormati pelanggan Iran. Apakah perusahaan ini tahu berapa banyak akan kehilangan jika semua pelanggan Iran memboikot produk-produknya?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s