Barang-Barang Pokok Zaman Uni Soviet

Penulis buku “No Return” dan “A Runaway” Alexander Kabakov membuat daftar kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari di masa Uni Soviet. Daftar tersebut dapat memberi gambaran bagaimana rutinitas di era komunisme, yang sebagian besar sudah dilupakan oleh masyarakat Rusia modern saat ini.

Harnet (untuk laki-laki)

Harnet ialah semacam penutup kepala untuk laki-laki yang terbuat dari jaring elastis dan didesain untuk membuat rambut pendek tetap terbentuk rapi. Harnet biasanya dikenakan setelah mandi, saat rambut masih basah. Kebanyakan laki-laki tak mau membelah rambutnya di tengah. Model belah pinggir, atau disebut juga ‘gaya Inggris’, lebih populer. Namun, kebanyakan pria lebih suka menyisir rambutnya ke belakang. Harnet menjadi lambang pria ‘dandy’. Di setiap gedung apartemen ada seorang jejaka tua playboy, dan laki-laki tersebut biasanya terlihat mengenakan harnet di pagi hari.

Kotak Rokok (Tanpa Rokok)

Bentuk kotak rokok sangat beragam, dari kaleng timah sederhana buatan sendiri yang dibawa pulang oleh tentara dan dihiasi dengan gambar timbul (motif yang paling populer adalah kepala anjing Jerman), hingga kotak antik yang dibeli oleh para orang kaya; biasanya merupakan barang buatan prarevolusi, kotak perak permata dengan beragam gambar dan tulisan yang beberapa di antaranya cukup lucu.

Ada pula kotak rokok emas yang harganya sangat mahal. Penulis Ilya Ilf dan Evgeni Petrov menjanjikan satu kotak emas ini untuk Valentin Katayev sebagai ucapan terima kasih atas ide untuk novel terkenal mereka, “The Twelve Chairs”. Ilf dan Petrov memenuhi janjinya dengan memberi kotak rokok emas tersebut. Namun untuk berhemat, mereka membeli kotak rokok perempuan yang ukurannya lebih kecil dari kotak biasa.

Ada pula kotak rokok kulit yang biasanya dipakai oleh orang-orang berselera tinggi . Rokok klasik kemudian semakin populer (hingga tahun 1960-an, perokok Rusia lebih suka papirosas, yaitu rokok dengan desain khusus tanpa filter; kotak rokok biasanya digunakan untuk membawa rokok jenis ini), sehingga kotak rokok mulai hilang di pasaran. Kini, merokok hampir dikategorikan sebagai kejahatan di Rusia.

Kerah Seluloid

Kerah seluloid merupakan benda yang sangat janggal, berupa potongan plastik yang dijahit di bawah kerah mantel perwira. Benda tersebut tersedia di toko pasokan militer Voentorg, namun pejabat papan atas melarang bawahannya mengenakan benda ini. Alasannya adalah plastik tersebut sering membuat leher lecet. Namun, menjahit kerah tersebut pada seragam tentara sangat mudah dan dapat dikerjakan dengan cepat.

Burki

Burki adalah sepatu bot tebal, biasanya berwarna krem muda. Jahitannya—terletak di bagian depan, belakang, dan samping kanan-kiri sepatu—ditutup oleh potongan kulit cokelat muda. Bagian depan sepatu juga ditutup dengan kulit, dan sol sepatu sama seperti sepatu bot biasa. Pada dasarnya, burki sama seperti valenki (sepatu bot tradisional Rusia lainnya), namun lebih tipis dan dibuat dengan menjahit beberapa kain sekaligus. Burki digunakan oleh agen pemasok yang berkeliaran siang-malam di seantero Soviet untuk mencari pabrik yang dapat memproduksi barang yang dibutuhkan oleh perusahaan yang mengirim mereka.

Telogreika

Pria berpakaian telogreika.

Telogreika adalah jaket wol Rusia yang menjadi simbol ketidakadilan sejarah pada masa itu. Sifat produk garmen ini lebih kurang sama seperti celana jeans Amerika—fleksibel dan nyaman digunakan. Jaket ini cocok dikenakan bersama celana jeans. Fotografer, jurnalis, sekaligus aktor Rusia Yuri Rost sering mengombinasikan dua hal tesebut: celana jeans Amerika berkualitas dengan sehelai telogreika. Tapi, perpaduan tersebut tidak populer. Celana jeans populer di seluruh dunia, namun sayang telogreika tak bernasib sama. Jaket ini pernah menjadi bagian dari seragam Tentara Merah. Telogreika juga digunakan oleh kubu oposisi, tetapi telogreika mereka sungguh lusuh dan hampir tak ada bedanya dengan mantel biasa.

Bus Listrik Dua Tingkat

Hingga tahun 1950-an, bus listrik dua tingkat masih berkeliaran di jalanan kota Moskow. Kendaraan ini terlihat aneh dengan tiang yang sangat pendek. Saya rasa kendaraan ini cenderung tidak aman, karena ia tidak bisa bergerak dengan stabil. Saya ingat betul salah satu bus digunakan untuk berkendara dari pusat kota Jalan Gorky ke stadion Dinamo Moskow dan kembali lagi. Jika ada pertandingan di stadion, bus ini disesaki oleh para pecinta sepak bola, beberapa di antara mereka bahkan terpaksa bergelantungan.

Kompor Minyak Tanah

Kompor minyak

Gas alam tidak tersedia di banyak kota. Karena itu, orang-orang menggunakan kompor minyak kecil, atau kompor Primus, untuk memasak. Hampir semua orang memiliki model kompor yang sama. Kemudian, muncul perangkat memasak bernama kerogaz; pada dasarnya benda ini sama seperti kompor minyak tanah biasa namun lebih efisien. Kompor-kompor biasanya berderet rapi di dapur umum apartemen, dan saat orang pulang kerja pada sore hari, Anda bisa mendengar suara kompor yang menjadi ciri khas kehidupan rumahan Soviet.

Tanaman Ficus

Meski warga Soviet kebanyakan tinggal di rumah susun yang sangat sempit, Anda bisa melihat tanaman ficus, yang biasanya didampingi oleh pohon apel Tiongkok kecil (kitayka) yang sudah berbuah, di ruang tunggu tiap rumah susun.

Mobil

Orang-orang yang hidup pada ‘periode pertengahan Soviet’ (dari 1930-an hingga awal 1950-an) memiliki hubungan khusus dengan mobil. Pemilik mobil disebut chastniki. Bagi sebagian orang, mobil merupakan benda yang dibeli sekali seumur hidup. Mobil dirakit cukup rapi dan tidak berkarat meski catnya sudah mengelupas, karena kerangka besinya sangat tebal. Soviet hendak menunjukan bahwa negara tersebut mampu memproduksi produk komersil yang layak. Sejarah mobil Soviet, dari GAZ-M20 ‘Pobeda’, sebuah mobil klasik yang elegan hingga mobil Moskvitch dan Volga, dibuat pada masa-masa menjelang bubarnya Soviet.

Pada masa itu, masyarakat Soviet boleh membentuk koperasi. Setelah koperasi bermunculan, sebuah gudang kecil berdiri di dekat pagar pabrik AZLK Moskow, produsen mobil Moskvitch. Para pegawai AZLK datang ke gudang tersebut untuk membongkar dan merakit kembali mobil yang baru mereka buat. Setelah itu, Anda bisa mengendarai mobil itu untuk beberapa saat.

Jendela Toko

Toko-toko tak pernah memamerkan produk makanan sungguhan di jendela kaca mereka. Biasanya, mereka hanya memamerkan replika plastik atau karton dari barang yang dijual. Dan itu masuk akal; misalnya, sebuah toko bernama Meat tak perlu menarik pembeli. Jadi, kaca jendela mereka penuh dengan sosis dari kertas. Replika yang paling mudah dikenali adalah sosis lidah, namun kini terlihat berbeda. Kala itu, potongan sosis lidah palsu dihiasi dengan motif catur, kotak hitam sebagai daging dan kotak putih sebagai lemak.

Toko Eliseev yang tersohor di pusat kota Moskow memamerkan beberapa makanan sungguhan. Misalnya, ada mangkok porselen besar yang diisi dengan beberapa jenis kaviar: merah, hitam, beluga, ossetra, kaviar olahan, dan lain-lain. Namun, kaviar tersebut tak lagi menarik, kebanyakan merupakan produk lama yang sudah kering dan tak laku karena harganya cukup mahal.

Hingga tahun 1960-an, bangunan di Jalan Tverskaya-Yamskaya No. 1 merupakan toko mainan. Jendela kacanya memamerkan beberapa rumah boneka lengkap dengan boneka mungil yang mengintip dari jendela. Toko ini seperti dunia boneka impian semua anak-anak. Tentu saja, membeli rumah, atau bahkan bagian kecil dari rumah boneka tersebut, adalah hal yang tak mungkin bagi saya. Hal pertama yang menjadi pelajaran bagi warga Soviet saat memasuki toko tersebut adalah benda yang mereka inginkan tak mungkin mereka miliki, dan mereka harus menerimanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s