Ambisi Perdana Menteri dan Ancaman bagi Yunani

Tanggal 11 Juni 2013 pemerintah koalisi Yunani menetapkan ‘perintah eksekutif khusus’ yang memungkinkan para menteri untuk menutup organisasi sektor publik,sebagai hal yang mendesak. Yunani membutuhkan perintah semacam itu dan secara efektif telah melangkahi parlemen karena hanya membutuhkan tanda tangan Presiden dan memiliki efek langsung berlaku. Perintah ini masih perlu diratifikasi dalam 40 hari, tetapi sering memakan waktu sampai 3 bulan. Dalam kasus  perintah eksekutif tersebut, 3 bulan artinya memberikan angin bagi sebuah organisasi untuk mengatur karyawan dan mengalihkan aset ke tempat lain. Ketika perintah itu diajukan, banyak orang sudah tahu bahwa  yang akan menjadi korban pertama adalah lembaga penyiaran publik Yunani, ERT, yang telah ada selama 60 tahun.

Yunani saat ini diperintah oleh koalisi yang dipimpin oleh Perdana Menteri Antonis Samaras dari Partai New Democracy (sayap kanan) dan kedua mitanya, Eleftherios Venizelos PASOK (kelanjutan dari partai sosialis ‘) dan Fotis Kouvelis dari DIMAR (yang anggotanya kebanyakan sempalan dari kalangan reformis beraliran kiri). Pemerintahan ini dianggap mampu untuk menjamin bahwa tuntutan komite  yang terdiri atas Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa dan IMF atas upaya reformasi ekonomi setelah “Negeri Para Dewa” ini terjebak dalam resesi yang berkepanjangan. Koalisi ini dipertaruhkan untuk menjaga dan mengendalikan peran partai oposisi, Syiraza, yang anti Uni Eropa.

Pandangan  New Democracy terhadap ERT sudah bisa ditebak. Dengan berlatar belakang sebagai pengusaha, Samaras secara naluriah menyukai kedudukan ERT sebagai lembaga penyiaran publik. Pandangan anggota koalisi lain kurang jelas. Dalam gelombang kebijakan pemotongan dan penguragan upah dan pensiun, penjualan perusahaan negara negara, perintah eksekutif  itu jelas akan berdampak terhadap 2.500 karyawan ERT apabila terjadi pengurangan, pembaruan, atau justru penutupan bagian-bagian dari lembaga penyiaran tersebut. akan tetapi kedua belah pihak bersikeras bahwa mereka tidak setuju dengan perintah eksekutif tersebut dan juga tidak akan memberikan dukungan untuk ratifikasi dalam 3 bulan yang akan datang.

ERT, seperti semua lembaga di Yunani, memang terdaftar sebagai perusahaan, akan tetapi itu hanyalah simbol belaka. Direktur dan eksekutif lainnya selalu ditunjuk oleh pemerintah. Akibatnya, perekrutan sebagian besar didasarkan pada loyalitas partai. Fakta bahwa ERT berhasil memproduksi siaran berkualitas tinggi,  merekam banyak musik tradisional Yunani, dan mengelola siaran radio selama bertahun-tahun merupakan sebagian dari prestasi yang disusun oleh orang-orang yang berdedikasi tinggi dalam sistem birokrasi semacam itu. Tetapi, perintah penutupan ERT akan mengakibatkan orang-orang ini sebagai barisan pertama yang akan menerima pemecatan.

ERT, seperti umumnya yang terjadi di Yunani, dikelola dengan semangat kronisme, nasib yang serupa dengan usaha penerbitan surat kabar. Pada saat yang sama, penduduk Yunani sudah muak dengan segala beban, termasuk biaya lisensi TV yang harus dibayar melalui tagihan listrik mereka. Tagihan itu tetap harus dibayarkan, terlepas mereka akan menonton ERT atau tidak. Oleh sebab itu kebanyakan penduduk sekarang menjadi sinis dan hampir dibius dengan kenyataan dengan mengganggap penutupan ERT hanyalah sesuatu yang tidak terelakkan.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa posisi di sektor publik dan semi-publik dialokasikan menggunakan sistem 4-2-1, yaitu 4 posisi untuk pemilih New Democracy,  2 posisi untuk PASOK, dan satu posisi berikutnya untuk DIMAR. Apakah ini bukan sistem yang sama dan meningkatkan jenis kronisme  sebagaimana pernyataan untuk melakukan pembongkaran lembaga penyiaran publik Yunani?

Koalisi pemerintah dituduh melakukan perusakan dan bukan reformasi. Yunani berhasil menjual perusahaan Lotto kepada penawar tunggal senilai hampir  €100 juta (US$ 133 juta) yang jauh dari target sementara pembli akan melakukan eksploitasi tambang emas di utara Yunani dan diproyeksikan menghasilkan keuntungan senilai € 10 sampai € 20 miliar (US $ 13 miliar menjadi  US$ 27 milyar)  dan royalty yang dibayarkan hanya € 11 juta  (US$ 14,7 juta). Pemerintah berhasil menutup pelabuhan utama dalam kontrak dengan Cina yang sekilas tampak agak menguntungkan bagi Yunani. Untuk melengkapi semua ini, sehari sebelum perintah eksekutif khusus dikeluarkan, Yunani baru saja gagal menjual perusahaan gas publik Gazprom, penjualan yang diproyeksikan untuk berkontribusi hampir setengah target privatisasi tahun ini. Namun, Samaras, hanya beberapa minggu yang lalu, mengatakan kepada China di Beijing bahwa Yunani adalah ‘kisah sukses’.

Jadi kenapa sekarang? Dan apa artinya? Apakah Samaras gila, pengganggu, tolol, atau hanya gegabah? Perlu diingat bahwa ia pernah meninggalkan New Democracy beberapa tahun yang lalu dan membentuk sebuah partai sayap kanan baru, Political Spring. Partai itu menggelorakan dan mengobral janji soal peningkatan nasionalisme. Samaras sekarang merasa berkuasa.

Samaras, yang tidak pernah membaca koran-koran asing, tampaknya tidak tahu  atau mungkin  tidak peduli telah terjadi hal-hal yang benar-benar buruk. Yang ia tahu adalah bahwa ‘kisah sukses’ tersebut ampaknya menjadi salah satu berita yang dominan di media lokal. Samaras telah menjual cerita bahwa kesepakatan gas diputuskan dengan untuk menjaga kepentingan luar negeri dan kepentingan yang lebih besar dari Yunani. yaitu yaitu permainan catur geopolitik antara Uni Eropa-AS-Rusia. Bahkan, Samaras cukup naif untuk meminta Uni Eropa agar mengurangi target privatisasi yang telah diproyeksikan melalui kesepakatan sebelumnya tanpa mengemukakan alasan yang jelas. Bahkan meningkatnya sentiman bursa saham Yunani dianggap sebagai kemampuannya untuk membenani ekonomi. Para analisis mengatakan bahwa Samaras adalah segala-ganya. Samaras telah menyandera seluruh bangsa melalui pemilu dan akhirnya terwujud impian masa kecilnya untuk menjadi satu-satunya orang yang menentukan. Apakah Samaras seperti itu?

Bagaimana dengan partai politik yang lain?  Mereka sama sekali tidak mempunyai kekuatan signifikan. PASOK sebenarnya sudah mati secara politik saat Perdana Menteri Papandreou menyerahkan Yunani ke IMF dan Komisi Eropa. Masing-masing dari partai politik tersebut hanya akan menerima sekitar 5% suara jika  harus diadakan pemilu sekarang. Menurut jajak pendapat terakhir, oposisi Syriza hanya akan memiliki 1,8% di belakang New Democracy. Misteri terbesar adalah apakah pemilih Yunani sudah mengalami keletihan dan mati rasa sehingga memilih Samaras yang kemudian justru menjadi ancaman bagi mereka?

Dengan konfigurasi politik seperti itu, maka ERT bukanlah menjadi masalah besar bagi Samaras. Sejarah akan mencatat bahwa hanya dengan selembar perintah eksekutif, seorang politisi mampu mengakhiri nyawa lembaga penyiaran yang sudah berkiprah selama 60 tahun di Yunani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s