AIR: RRI-nya India

Jika Indonesia mempunyai Radio Republik Indonesia (RRI) sebagai lembaga penyiaran publik, maka India mempunyai All India Radio (AIR). Siaran radio di India berawal pada tahun 1927 dengan nama the Indian Broadcasting Corporation, dan saat pemerintah mengambialih pada tahun1936, namanya diubah menjadi AIR. Sejak pertama kali didirikan, radio ini berhadapan dengan bagaimana melakukan layanan penyiaran di negara yang daerahnya saling berjauhan dan dengan bahasa serta kebudayaan yang begitu beragam. Untuk mengatasi masalah ini, AIR melakukan siatan dalam 24 bahasa dan 146 dialek di seluruh India, hampir melayani 99% penduduk India. Pada tahun 1950-an, popularitas AIR anjlok karena keputusan pemerintah yang mengurangi jatah alokasi waktu untuk menyiarkan musik.  Bahkan, kredibilitas pemberitaan AIR dipertaruhkan karena pemerintah kemudian melakukan intervensi. Lembaga penyiaran ini kemudian menjadi bagian dari pemerintah hingga tahun 1990 dan memonopoli siaran sampai tahun 1999, saat stasiun radio lain diberikan lisensi untuk mengudara. Dengan melakukan reposisi menjadi lembaga penyiaran publik pada tahun 1990, AIR tetap saja mengalami keterpurukan karena terlanjur memperoleh cap sebagai corong pemerintah. Walaupun demikian, mengingat jangkauan dan kualitas program siaran, AIR tetaplah merupakan sumber pemberitaan, informasi, dan hiburan.

Kanal siaran AIR meliputi tingkat nasional, regional, dan lokal. Siaran nasional termasuk the National Channel yang mengudara semalam suntuk. Pusat penyiaran berada di New Delhi yang melakukan reportase dalam bahasa Hindi dan Inggris dan di kantor pusat yang mempunyai beberapa divisi pemberitaan.  Siaran AIR termasuk pula kejadian nasional seperti pemilihan umum yang ditujukan bagi semua khalayak. Program nasional termasuk juga pemberitaan Parlemen, komenter pertandingan olahraga, dan kegiatan perayaan hari kemerdekaan.

Pada tingkat regional, produksi siaran diarahkan untuk memenuhi kebutuhan lokal dan seringkali mengudara dalam bahasa regional atau dialek-dialek yang ada.  Program regional dapat mengirim siaran ke stasiun yang lebih kecil di wilayah setempat, dan juga dapat mengirimkannya ke tingkat nasional. Stasiun regional mempunyai sejumlah pekerja seni yang berbakat untuk dapat mengisi siatan program musik lokal dan menciptakan program-program lain untuk kebutuhan siaran sehari-hari. Banyak pula stasiun regional yang melakukan update terhadap pemberitaan yang kemudian dipancarluaskan dari jaringan nasional di New Delhi. Dengan demikian, AIR mempunyai bentuk siaran yang berbeda-beda untuk melayani wilayah yang bermacam-macam atas nama institusi nasional.

Stasiun AIR lokal menyelenggarakan siaran dari stasiun radio yang lebih kecil.  Program-program lokal menyelenggarakan siaran yang sebagain besar bersifat kedaerahan, merelai pengumuman penting, dan untuk memfasilitasi penggunaan dialek-dialek yang tidak diwadahi dalam stasiun regional dan nasional. Meskipun demikian, AIR tetap dianggap lamban dalam menjangkau program-program lokal secara ekstensif dan tidak sepenuhnya berperan sebagai radio komunitas. Banyak penduduk yang mengeluh betapa suara mereka acapkali tidak didengar dalam rangkaian produksi siaran lokal tersebut.

Di samping jangkauan nasional, regional, dan lokal, AIR mempunyai beberapa cabang untuk menjangkau pendengar yang lain. AIR, misalnya, memproduksi secara ekstensif “External Service”, yang dikembangkan dari siaran propaganda Jerman selama Perang Dunia II di Afganistan dan Timur Tengah. Program ini tetap diproduksi dan menjangkau 100 negara. Pada tahun 1950-an, untuk menyaingi siaran radio Sri Lanka, AIR mengembangkan “Vidho Bharati” yang berisi siaran music dan program-program hiburan lain. Sejak 1999, AIR menyiarkan lagu-lagu Barat dan Hindi yang populer dari beberapa kanal FM (yang dikenal sebagai FM Rainbow dan FM Gold), sebagai usaha untuk menarik pendengar yang mulai bergeser ke siaran radio swasta dan radio universitas yang mulai beroperasi di tahun itu. Jalur FM ini bersifat komersial, dengan menerima iklan dari sejumlah kecil program pemerintah. AIR juga telah mengikuti perkembangan internet, dengan menyusun bentuk siaran live stream dan a news on phone servive untuk pendengar di seluruh dunia.

Khususnya sejak kemerdekaan India tahun 1947, AIR berperan dalam mengembangkan persatuan dan rasa kebangsaan. Selama tahun-tahun itu, AIR telah menambah jaringan stasiun dan moda transmisi untuk menjangkau semua kalangan. Sejak 1952, AIR memusatkan perhatian pada isu nasional lewat serangkaian siaran yang disebut National Program, yang dipancarluaskan oleh setiap jaringan stasiun. Jaringan siaran juga ditujukan untuk mendidik masyarakat sehubungan dengan kebijakan pemerintah, harmoni komunitas, dan saat terjadi perang antara India terhadap Cina dan Pakistan. Mengingat pentingnya integritas nasional, program-program AIR acapkali dikritik terlalu konservatif karena menghindarkan diri dari pemenuhan pendengar tertentu. Kepentingan nasional lalu menjadi faktor penjelas dan menempatkan pemerintah menjadi aktor penting, dan hal ini menjadi menyiksa untuk kebutuhan independensi pemberitaan.

Peran penting AIR dalam mendidik dan menghibur masyarakat adalah kemampuannya sebagai radio untuk menjalankan fungsi di tengah masyarakat dengan tingkat buta huruf tinggi dan ketimpangan pendidikan dasar. Lembaga penyiaran ini mengembangkan sejumlah inisiatif untuk menciptakan pendidikan antarnegara, termasuk pelajaran bahasa Hindi, dialog masalah pertanian, dan menawarkan kursus-kursus yang dimodifikasi secara khusus. Bahkan, radio mampu menawarkan berita bagi kalangan yang tidak terjangkau oleh koran, televisi, dan internet. Akhirnya, AIR telah menyusun siaran untuk memperoleh sasaran pendengar tertentu, seperti para petani, perempuan, dan mahasiswa, yang masih merupakan kalangan terpinggirkan, tetapi merupakan kelompok sosial yang penting di India.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s