230 Juta Penduduk India Kelaparan Karena Kelebihan Pangan

india lapar

Meskipun India merupakan produsen terbesar produk pertanian termasuk susu, beras, gandum, dan gula, akan tetapi negara ini masih rumah bagi 230 juta orang kelaparan. Kelaparan, seperti yang ditunjukkan oleh para ahli, bukan karena kekurangan makanan, tetapi karena pemborosan makanan.

 

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema, “Pikirkan, Makan, Simpan, Kurangi makanan Anda” (Think, Eat, Save, Reduce your Food) menyoroti isu masalah makanan dari batas-batas nasional ke global, dan juga untuk menyelamatkan iklim dari praktek-praktek pertanian yang berbahaya. “Pada tahun 2012, Departemen Pertanian AS memperkirakan bahwa produksi pangan dunia cukup untuk memberi makan 13 miliar orang, yang lebih dari dua kali lipat jumlah yang dibutuhkan,” kata Devinder Sharma, seorang analis kebijakan perdagangan dan ketahanan pangan sela-sela Hari Lingkungan Hidup Sedunia , di New Delhi, sembari menambahkan “penting untuk dicatat mengenai situasi kelaparan yang mengkhawatirkan  yang tidak disebabkan oleh kekurangan pangan.”

 

Menurut Indeks Kelaparan Global (GHI) 2012, yang sudah dihitung oleh International Food Policy Research Institute (IFPRI), India berada di peringkat 65 dari 79 negara dan dikategorikan sebagai negara dengan  status “mengkhawatirkan.”. Indeks GHI, yang dihitung dengan memperhatikan gizi, berat badan anak, dan kematian anak, memberikan informasi bahwa  sekitar 43,5% balita di India mengalami kekurangan berat badan.

 

Meskipun pemerintah telah mengajukan RUU Keamanan Pangan di parlemen guna menjamin  “ketersediaan makanan dan keamanan gizi dan akses ke jumlah yang memadai dari kualitas makanan pada harga yang terjangkau”, para ahli  menyatakan hal itu masih”jauh dari solusi yang dipahami.” Disinyalir ada berton-ton bijian-bijian membusuk di lumbung karena fasilitas penyimpanan yang buruk. Proses distribusi juga dirusak oleh korupsi. Menurut para pakar, India perlu memperhatikan  hak atas pangan dan membuat perubahan kebijakan yang diperlukan untuk memastikan bahwa pertanian tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga ekonomis. Ketentuan dalam RUU terbatas pada isu tertentu mengenai biji-bijian pangan (gandum dan beras) dan tetap memutuskan hubungan terhadap masalah yang lebih besar yaitu keamanan gizi. Sementara hak atas makanan pokok seperti gandum dan beras hampir tidak dapat menjamin kelangsungan hidup seseorang dan tidak sedikit yang berfungsiuntuk memerangi penyebab malnutrisi. Pengajuan RUU itu merupakan kebijakan yang tertunda sementara realitas menunjukkan 230 juta orang tertidur tanpa mempunyai akses pangan yang cukup.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s